LAMPU KRISTAL di ballroom itu memantulkan siluet wajah Daniel [tegas tapi teduh]. Ketika Ketua Umum Partai Berkarya, Mayjen (Purn) Muchdi Purwopranjono, menepuk bahunya, suasana ruangan berubah haru.
“Selamat bertugas, Jenderal. Sumatera Utara menunggu sayapmu,” ujar Muchdi Pr.
Hari itu, Senin, 3 November 2025, bukan hanya pelantikan struktural. Ia adalah simbol kebangkitan partai yang sempat terpuruk dalam dualisme dan sengketa hukum.

Dari beringin yang tua, kini partai itu memilih lambang baru: Kepala Burung Elang, tanda keberanian dan arah baru.
“Sekarang saatnya kita kembali menatap jauh ke depan, dengan keyakinan dan kemandirian,”
[Achmad Daniel Chardin, Ketua DPW Partai Berkarya Sumut].
Jejak dari Binjai.
BINJAI [kota kecil di antara pesisir dan perbukitan Sumatera Utara] adalah tanah asal Daniel. Di sanalah karakter keras tapi jujur terbentuk.
Ayahnya, tokoh masyarakat disiplin, menanamkan nilai kerja keras dan rasa malu pada kegagalan.
“Saya dibesarkan dalam lingkungan di mana kata malu lebih berat dari kata gagal,” kenangnya.
Ketika teman-temannya bermain bola di pinggir sungai, Daniel muda sudah bermimpi jadi prajurit.
Ia menempuh pendidikan di Akademi Militer, meniti karier hingga puncak sebagai Pangdam I/Bukit Barisan.




