“Kami di rumah sakit ini bukan sedang membangun gedung, tapi sedang membangun kepercayaan. Setiap pasien yang datang membawa harapan, bukan sekadar penyakit. Maka tugas kami bukan hanya mengobati tubuhnya, tapi juga menenangkan jiwanya. Kekurangan tentu ada; tapi yang paling penting, kami terus belajar untuk mendengar, memperbaiki, dan melayani dengan hati. Karena sejatinya, pelayanan kesehatan adalah panggilan nurani, bukan sekadar profesi.”
Dr. Andika Putra, SpPD-FINASIM., M.Hkes
DI SEBUAH RUANG sederhana, senyum mengembang di wajah dr. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes. Ada kelegaan yang tak bisa disembunyikan.
Setelah menempuh perjalanan panjang dari ibu kota, kedatangannya ke RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang bukan sekadar agenda dinas.
Ia datang membawa misi kemanusiaan; memastikan bahwa pelayanan kesehatan di ujung timur Aceh benar-benar menyentuh nurani manusia, bukan hanya memenuhi standar administratif.
Rumah sakit plat merah milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang itu hari ini tidak sekadar menjadi tempat berobat.
Ia tumbuh menjadi saksi dari perjuangan sunyi para tenaga medis, yang setiap hari menukar waktu, tenaga, dan kadang air mata, demi sebuah hal yang sering terlupakan: rasa sembuh yang datang dari empati.





