TAPAKTUAN (MA) – Pemilihan umum (Pemilu) untuk legislatif tahun 2024 ini, bagi Aceh Selatan tampaknya agak unik sehingga menarik untuk dicermati.
Kali ini, bakal ramai perempuan Aceh Selatan duduk di DPRK dan umumnya caleg incumbent terdepak dari lembaga legislatif itu.
Ada dua hal yang menarik untuk dicermati paska Pemilu tanggal 14 Februari 2024 yang lalu.
Pertama, keunikannya (mungkin juga di kabupaten lain mirip sama-red), bahwa pemilih lebih cenderung memilih figur baru. Sehingga, jika komposisi perolehan suara masing-masing caleg tidak berubah hingga rekapitulasi kabupaten per 6 Maret 2024, dan, terbitnya keputusan KIP Aceh Selatan, maka sebanyak 24 caleg Incumbent tidak mendapatkan kursi.
Sebaliknya, mereka akan terdepak dari DPRK Aceh Selatan.
Kedua, porsi untuk memilih caleg perempuan tampaknya lebih besar dibanding pada Pemilu sebelumnya.
Alhasil, sedikitnya lima figur perempuan akan melenggang ke lembaga legislatif periode 2024-2029. Dan, “kaum” laki-laki hanya tinggal 25 orang di dewan Aceh Selatan.
Persentase perolehan jumlah caleg perempuan terpilih pada Pemilu kali ini, tidak kurang 23 persen dari 30 kursi dewan.
Terdapat pergeseran suara pemilih dari yang selama ini lebih memilih calon legislatif (caleg) dari kalangan laki-laki, berubah menjadi pemilih yang memilih kaum perempuan.




