BEM Se-Aceh Tolak Pentapan Titik Nol Islam Nusantara Di Barus.

Kamis, 30 Maret 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | AP- Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) se-Aceh melakukan pertemuan khusus dan menyatakan sikap, menolak atas penetapan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai titik nol Islam Nusantara, Selasa (28/3/2017).

Pertemuan tersebut di hadiri beberapa presiden kampus dan penggurus BEM, terdiri dari Unsyiah, UIN Ar-Raniry, STKIP BBG, Unaya, UUI, Poltekkes Aceh, Unmuha, USM  dan Al Wasliyah.

Dalam pertemuan tersebut, wakil presiden kampus UIN Ar-Raniry, Misran mengatakan, ini merupakan bagian dari kepanikan pemerintah untuk pengalihan isu pusat yang hari ini menjadi rancu.

BACA JUGA...  Himako Unimal Selenggarakan Lomba Kreatif Mahasiswa Tingkat Nasional

“Janganlah mengorbankan Aceh lagi, kami tidak ingin selalu dikhianati oleh pemerintah pusat yang seperti masa dahulu, hingga mengakibatkan timbulnya konflik vertikal,” ujar Misran

Dia menambahkan, pemerintah seharusnya memiliki kearifan tersendiri terhadap daerah daerah lain untuk menentukan titik nol islam nusantara, agar tidak ada yang tersakiti.

“Jangan main libas terus tanpa ada konsolidasi dengan daerah lain,” tegasnya.

Misran menyebutkan, dalam sejarah awal masuknya islam ke Indonesia itu melalui pesisir pantai Utara Aceh yaitu Pase Aceh Utara, tapatnya pada masa kerajaan samudera pasai, dimana katanya, kerajaan samudera pasailah yang menyebarkan Islam ke Nusantara hingga sebagian malaya.

BACA JUGA...  Mewakili Almarhum Ayahnya, Yenny Wahid Terima Piagam Perdamaian Aceh dari BRA

“Ada batu nisan Islam di Aceh yang juga baru ditemukan tepatnya di Lamuri yang wafatnya pada tahun 1007 Masehi dan itu merupakan bukti sejarah bukan dongeng belaka,” pungkasnya .

Pada akhir pertemuan tersebut, BEM se-Aceh membuat pernyataan, bahwa menuntut pemerintah Aceh agar serius dalam menanggapi persoalan yang di anggap pendangkalan sejarah tersebut.

BACA JUGA...  Perempuan Hebat dari Samadua,  Yeni Bertengger Tiga Kali

Mereka juga meminta kepada pemerintah Aceh, jangan hanya sibuk dengan urusan kelompok dan kepentingan pribadi saja , kemudian berharap agar pemerintah pusat dapat menjaga stabilitas dan kondisi keamanan Indonesia agar tidak sempat perpecahan sesama umat Islam.

Dalam pernyataannya, BEM se-Aceh juga mengecam keras pemerintahan Zikir (Zaini Abudullah dan Muzakir Manaf), jika tidak meluruskan persoalan yang di anggap pendangkalan sejarah tersebut, maka akan melakukan aksi besar-besaran dengan membawa massa dari seluruh mahasiswa yang berada di Aceh.

Berita Terkait

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 
Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026
Percakapan di X Terkait Pilpres 2029

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:05 WIB

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Selasa, 15 September 2026 - 13:10 WIB

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB

Ketua ODGJ Aceh Utara Barona Raja saat mendampingi penanganan ODGJ di Aceh Utara.

KESEHATAN

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 Sep 2026 - 15:10 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M

Senin, 21 Sep 2026 - 12:29 WIB