Sebelum Pemilu 2024, Qanun KTR Lahir di Aceh Selatan

Jumat, 16 Juni 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur The Aceh Institute Muazzinah memberikan materi dalam briefing media di Aceh Selatan, Kamis, (15/6).(Photo/Media Aceh/Maslow Kluet).

Direktur The Aceh Institute Muazzinah memberikan materi dalam briefing media di Aceh Selatan, Kamis, (15/6).(Photo/Media Aceh/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN (MA) – The Aceh Institute bersikeras untuk bisa mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan untuk melahirkan qanun Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sudah lama digagas.

“Kami mentargetkan sebelum Pemilu qanun tersebut (maksudnya qanun KTR-red) dapat disahkan,” kata Program Manager Aceh Institut Winny Dian Safitri pada acara media briefing dengan wartawan di Rindam Cafe Tapaktuan, Kamis, (15/6).

Dalam briefing media itu,  berkembang diskusi bagaimana mencari strategi yang mampu mendorong percepatan lahirnya qanun KTR di Aceh Selatan.

BACA JUGA...  Putra Aceh Selatan di Perantauan Bantu Korban Banjir Bandang Trumon

Di antaranya, membentuk tim kecil pada kaitan pendekatan dengan berbagai pihak termasuk DPRK agar yakin dengan pentingnya qanun ini lahir di Aceh Selatan.

Selain itu, mendorong peran pers pada  pemberitaan yang lebih gencar menyangkut semua aspek yang melingkupi pentingnya  qanun KTR.

Diskusi yang berjalan dengan lancar melibatkan  the union dan Pemkab diwakili Dinas Kesehatan Aceh Selatan lebih menekankan pada strategi advokasi untuk akselerasi pengesahan qanun KTR di Kabupaten Aceh Selatan.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Selatan Raih Penghargaan Ombudsman RI

Narasumber dari Pemkab Aceh Selatan diwakili Kasie Kefarmasian Dinkes Aceh Selatan Syamsidar, SSi., Apt.

Sedangkan dari The Aceh Institute  Muazzinah Yacob mengatakan,  qanun KTR di Kabupaten Aceh Selatan menjadi penting karena merupakan amanah UU yang harus diterapkan.

Dikatakan,  Qanun ini   bukan melarang orang merokok, namun sebagai upaya untuk memposisikan ruang terbuka antara perokok dengan yang tidak merokok.

BACA JUGA...  Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Aceh Selatan: Data Harus Satu Pintu

“Kita selalu ingatkan masyarakat bahwa setiap manusia mempunyai hak, sehingga masalah ini harus saling menghargai, terutama antara perokok dengan yang tidak merokok,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu,  Syamsidar, mengatakan, Aceh Selatan selangkah maju karena sudah melahirkan perbup tetapi tidak berjalan efektif.

“Mudah-mudahan dengan adanya qanun nantinya di Aceh Selatan benar – benar menghargai antara perokok aktif dengan orang yang bukan perokok,” katanya.(MK).

Berita Terkait

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terbaru

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB