M. Jhony: Haji Uma Jangan Tebar Pesona Dengan Bantuan Rp 600 Ribu Untuk Eks Tripoli

Panglima Muda Daerah IV Wilayah Pasee M Jhony.

Lhokseumawe, MEDIAACEH.co.id – Panglima Muda daerah IV wilayah Pase M. Jhony meminta Sudirman dengan sapaan Haji Uma Anggota DPD RI asal Aceh, untuk tidak menebar pesona di media dengan memberikan bantuan uang Rp 600 ribu kepada salah seorang eks tripoli untuk biaya pengobatan.

Kemudian Jhony mengatakan, uang senilai 600 ribu rupiah tidak sebanding dengan bantuan diberikan KPA selama ini, cuma pihaknya selama ini memberikan bantuan dan perhatian kepada Nyak Edi eks tripoli tidak mempublikasi di media masa.

”Coba tanyakan langsung kepada Nyak Edi, selama ini bagaimana bantuan dan perhatian dari KPA selama beliau sakit, bahkan perhatian kita kepada beliau sampai saat ini masih terus mengalir,” jelasnya.

BACA JUGA...  Ketua DPRK Galus : Terima Kasih kepada Almarhum Abdul Aziz

Selain itu Jhony mengatakan, pihaknya juga telah membantu sejumlah uang tunai hingga puluhan jutaan rupiah tetapi kami tidak pernah mempublikasi ke media, namun kenapa hanya uang Rp 600 ribu di publish di Media.

“Kami dari eks kombatan merasa dilecehkan seakan kami tidak pernah membantu, saat penyerahan uang tersebut di ketahui langsung oleh istrinya Hamidah, dan juga bantuan berupa modal usaha dan uang tunai diterima langsung oleh keluarganya saat sejumlah petinggi KPA termasuk dari saya selaku Panglima Muda daerah IV wilayah Pase,” jelasnya.

Nyak Edi merupakan eks tripoli warga Meunasah Geudong Baktiya Aceh Utara, selama 1 tahun belakangan ini diduga dokter mengalami asam urat, sehingga kondisi nya perlu perawatan dari pihak medis.

BACA JUGA...  Jutaan Peluru Impor Dikirim ke Bambang T, Siapa Punya?

Hamidah saat ditemui awak media di rumah sakit umum Cut Mutia kemarin (08/07) mengakui, selama ini 1 tahun ini, Nyak Edi mengalami sakit pada bagian kaki sebelah kiri.

Sementara itu ajudan pribadi Haji Uma, Muhammad Daud membantah tudingan tersebut, dirinya menyebutkan bukan masalah bantuan dana Rp 600 ribu, namun lebih kepada kepedulian, dan bukan hanya Nyak Edi saja sebagai kombatan yang dibantu haji uma, orang lain juga demikian.

“Terkait bantuan Rp 600 ribu itu adalah bantuan awal yang kita berikan kepada pendamping pasien, ketika dananya sudah habis kita akan serahkan lagi uangnya sampai orang sakit diperbolehkan pulang atau diizinkan berobat jalan,” katanya dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA...  Politisi Partai Aceh Bukhari Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Baktiya

Sambungnya, kalau pasiennya perlu berobat 1 bulan di rumah sakit, maka selama 1 bulan tersebut di bantu makan pendamping. Misal bantuan yang di berikan kepada pasien bocor jantung di jakarta, mereka berobat di sana ada yang sampai 6 bulan, maka selama enam bulan di bantu biaya makan dan di bantu sewa rumah singgah setiap bulan antara 2 sampai 2,5jt tiap bulannya selama pasien menjalani pengobatan.(Mulyadi).