BANDA ACEH (MA) – IMAM sangat menyesalkan p ernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang membandingkan lantunan ayat suci Alquran dan suara adzan dengan gonggongan anjing.
Misalnya, Ikatan Muslim Aceh Meudaulat (IMAM) turut menyikapi pernyataan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh yang menyatakan mendukung Surat Edaran (SE) Menag.
“Kami atas nama Ikatan Muslim Aceh Meudaulat (IMAM) dan Ummat Islam mengharapkan kepada kakanwil Kemenag Aceh jangan ikut ikutan dengan program jahiliah,” kata Ketua IMAM Tgk Muslim At Thahiri kepada media lewat rilisnya, Sabtu (26/2/2022) pekan lalu.
Lanjutnya, Azan disuarakan untuk mengingatkan waktu shalat dan juga memanggil orang kepada shalat maka harus menggunakan pengeras suara supaya didengar oleh orang jauh.
Dulu dimasa Rasulullah, kata Tgk Muslim At Thahiri, para sahabat dan para muazzin naik ke tempat tinggi karena pada waktu itu belum ada pengeras suara agar azan didengar oleh orang ramai.
“Karena azan bukan cuma untuk orang yang ada di mesjid dan bukan cuma untuk orang yang dekat Masjid, maka azan harus didengar sampai ke seluruh penjuru,” ujar ketua IMAM ini.
Apalagi, tambahnya, sekarang berbagai suara yang menghalangi suara azan, ada suara mesin, suara mobil, suara musik dan berbagai suara lainnya, maka suara azan harus lebih keras dan besar agar didengar oleh semua ummat Islam.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














