“Maka kami harap kemenag Aceh untuk mengkaji ulang terkait Surat Edaran Kemenag RI, jangan asal ngomong jangan asal ikut atasan,” bebernya.
Ketua IMAM juga menyindir sang Kepala Kemenag Aceh supaya berani membela azan bukan membela atasan. “Karena engkau hidup wahai kanwil bukan karena rezeki dari atasan tapi rezeki dari Allah SWT maka jangan takut kau dipecat oleh atasan,” pintanya.
Begitu pula mengenai Kepala Kanwil membenarkan ucapan Menteri Agama RI dalam mentamsilkan Suara Azan dengan gngongan anjing. Sebutnya, sikap Kepala Kemenag Aceh sungguh memalukan bumi Serambi Mekkah.
“Ini sungguh memalukan Aceh, tak ada celah untuk bisa ditamsilkan antara suara azan dengan suara anjing yang mengongong, tak ada jalan untuk bisa mentamsilkan kalimat suci dengan gongongan binatang najis, jangan ikut ikutan murtaz wahai pak kanwil,” tegasnya.
Untuk itu, Ketua IMAM meminta kepala Kemenang Aceh untuk segera bertaubat, bila tidak mau bertaubat dan tetap mendukung suara azan disandingkan dengan suara anjing yang menggonggong, maka disarankan Kakemenag Aceh untuk pindah ke Israel.
“Maka perlu kami tegaskan agar pak kanwil segera bertaubat, jika tidak mau bertaubat maka tak pantas lagi tinggal di Aceh negri syariat, lebih baik pak kanwil ke Israel itu tempat yang layak bersama Yaqut,” pungkasnya Tgk Muslim At Thahiri.
Halaman : 1 2














