OPINI  

Reevaluasi & Revitalisasi Organisasi Buruh Pada Era Milineal

Cara mengelola organisasi buruh pada era milineal dekarang ini sudah menjadi keharusan untuk menemukan formulanya yang baru, karena cara lama misalnya seperti model pada tahun 1980 -1990-an bahkan cara seperti tahun 2000-an pun tampaknya sudah ketinggalan jaman. Meski budaya kaum buruh sendiri agaknya pun tidak banyak berubah. Setidaknya keengganan kaum buruh untuk berserikat masih menjadi persoalan bagi organisasi buruh sampai hari ini.

BACA JUGA...  PWI, Fitnah, dan Pertarungan Hendry Ch Bangun vs Akhmad Munir

Meski jumlah organisasi buruh cukup pesat berkembang biak jumlah, tetap tidak paralel dengan jumlah buruh yang mau bergabung dengan organisasi buruh. Sebabnya adalah tingkat kesadaran kaum buruh sendiri yang harus dibangun melalui pendidikan dan pelatihan sangat kurang dilakukan atau bahkan nyaris tidak pernah lagi dilakukan. Masalahnya, bukan hanya lantaran organisasi buruh tidak punya uang, tatapi juga antusiasme kaum butuh sendiri.untuk mengikuti pelatigan dan pebdidikan mengenai seluk beluk perburuhan amat sangat rendah.

BACA JUGA...  Mendagri Bermain Api dengan Perdamaian Aceh

Kesan keengganan dari organisasi buruh melakukan pendidikan dan pelatihan, agaknya bukan saja lantaran duit dan pelit, tetapi juga tenaga ahli yang mumpuni untuk memberi serta melakukan pendidikan dan pelatihan itu pun sangat langka. Tidak banyak.