Sabang (MA) – Untuk menjaga keseimbangan alam, PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region l Fuel Terminal Sabang, bekerjasama dengan Rumah Zakat Aceh, menanam 6000 pohon mangrove di Sabang.
Penanaman mangrove yang dipusatkan dipantai Gampong (Desa) Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang itu direspon positif berbagai kalangan, baik dari Pemerintah Kota Sabang, PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region l Fuel Terminal Sabang dan masyarakat Gampong Jaboi.
Manager PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Fuel Terminal Sabang Achmad Wahyudi, kepada wartawan Senin (30/11/19) mengatakan, program penanaman mangrove tersebut merupakan Corporate Sosial Responsibility PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Sabang dalam aspek lingkungan program tahun 2019., kata Wahyudi.
Dijelaskan, sebelumnya pihaknya juga telah melaksankan Launching Program Bantuan Pendidikan untuk 6 Sekolah, Program Kesehatan berupa Revitalisasi Posyandu Sehati dan Community Development bidang UKM Olahan Ikan dalam sepekan terakhir di Sabang.
“Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah abrasi pantai yang dapat merusak alam kedepannya akan terus monitoring dan apa yang harus kita lakukan ke depan. Untuk program CSR ini, ada empat program, salah satunya mangrove ini. Lainnya yang sudah kita lakukan itu ada peningkatan SDM yaitu pengolahan ikan, ada Posyandu dan bantuan pendidikan ke sekolah- sekolah,” jelas Achmad Wahyudi.
Untuk program penanaman 6000 mangrove ini tambah Achmad Wahyudi, pihaknya dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat Gampong Jaboi, yang dikoordinatori langsung pihak Rumah Zakat Aceh, guna pemeliharaan mangrove yang telah ditanam., sebutnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kota Sabang, Ir. Anas Fahruddin mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kegiatan yang dilakukan PT. Pertamina Bersama Rumah Zakat Aceh itu.
“Saya atas nama Pemerintah Kota Sabang dan masyarakat mengapresiasi terhadap penanaman magrove, karena yang telah dilakukan Pemerintah termasuk di dalamnya Pertamina dan Rumah Zaka, sangat kita butuhkan untuk menjaga lingkungan pesisir. Karena Sabang sebagai kota wisata yang diprioritaskan kawasan laut dan pesisir. Jadi kita upayakan kawasan itu jangan ada yang rusak,” jetusnya.
Anas menilai, hal itu merupakan salah satu upaya pihak yang perduli akan kelestarian alam, dalam mendukung keberlangsungan pengembangan pariwisata Sabang, yang didominasi oleh pariwisata laut dan pantai.(Jalal).




