Kembangkan Free Port Sabang Bea Cukai Lakukan Focus Group Discussion

Selasa, 17 Desember 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang (MA) – Dalam rangka mengembangkan kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (Free Port) Sabang, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Sabang, gelar Focus Group Dicussion yang diberi tema “Giat Ekspor dan Dorong Investasi Untuk Kemakmuran Sabang”.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Sabang Hanif Adnan Zunanto dalam Focus Group Dicussion menyamaikan, tujuan kegiatan tersebut digelar untuk memanfaatan fasilitas di kawasan Sabang dengan meningkatkan investasi, mendorong kegiatan lalulintas perdagangan internasional, membuka lapangan kerja seluas-seluasnya, meningkatkan ekonomi regional dan nasional, kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kepariwisataan., kata Hanif.

Tugas dan fungsi Bea Cukai sendiri adalah tambah Hanif, untuk memberi dukungan kepada pelaku industri dalam negeri, sehingga memiliki keunggulan kompetitif dalam pasar internasional yang kini menjadi incaran program dunia. Kemudian juga untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri, melalui memberikan fasilitas dibidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran.

BACA JUGA...  Kritik Pelayanan BSI, PT. IRJ Grup Akan Bangun Bank Syari'ah di Indonesia

Selain itu juga melindungi masyarakat, industri dalam negeri dan kepentingan nasional melalui pengawasan dan atau pencegahan masuknya barang-barang impor yang bernampak positif dan berbahaya yang dilarang serta dibatasi regulasi. Tugas dan fungsi Bea Cukai sendiri terdiri dari Industrial Asisstance, Trade Fasitator, Community Protektor dan Revenue Collector., sebutnya.

Dijelaskan, untuk jenis-jenis fasilitas kepabeanan antara lain Fasilitas Kawasan Berikat (KB), Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), Fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB), Fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, Fasilitas Pembebasan Bea Masuk, Fasilitas Kawasan Ekonomi Khusus, Fasilitas Free Trade Zone (FTZ), Fasilitas Pertambangan-Migas dan Fasilitas Pertambangan Panas Bumi.

BACA JUGA...  Recofusing Covid-19, Enam Kegiatan Pemulihan Ekonomi Petani

“Kami mengharapkan kehadiran Bea dan Cukai di Sabnag dapat bermanfaat bagi masyarakat, meskipun fungsi Bea dan Cukai di Sabang sebagai pengembangan failitator dalam bentuk memberikan kemudahan-kemudahan dalam pelayanan fasilitas untuk mendorong guna mempercepat majunya kawasan Free Port Sabang”, jelasnya.

Diterangkan juga bahwa destinasi wisata Sabang masuk sebagai destinasi wisata unit terpopuler, sehingga perlu dukungan semua pihak untuk menyatukan antara wisata dengan Free Port Sabang. Dimana pengunjung dalam negeri datang ke Sabang, tidak hanya berwisata semata tetapi dapat melihat dan membeli barang-barang yang masuk ke Sabang tentunya sesuai peraturan yang berlaku.

BACA JUGA...  Baru Saja Bebas Dari Penjara Pelaku Penyeludupan Gula Diduga Kumat Lagi

“Harapan kita kiranya destinasi wisata yang ada di Sabang, dapat menyatukan dengan kehadiran Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang. Sehingga turis dalam negeri yang berkunjung ke Sabang, tidak hanya semata berwisata bahari akan tetapi dapat melihat dan membeli barang-barang luar negeri yang masuk ke Sabang, tentunya sesuai peraturan yang berlaku”, imbuhnya.(Jalal)

Berita Terkait

Menjaga Amanah Selama 53 Tahun, Bank Aceh Siap Melangkah Lebih Kuat
Kolaborasi Human Initiative dan KBQ Baburrayyan Bangkitkan Petani Kopi Pascabanjir dan Longsor
Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan
FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman
Pascabanjir, Geuchik Pon Sulap 40 Hektare Tambak Menjadi Sawah demi Tingkatkan Ekonomi Warga
Pembangunan Jembatan Aramco di Aceh Selatan Masuki Tahap Finishing, Segera Tingkatkan Akses dan Ekonomi Warga
Pasar Tani “Aceh Road Show” Tawarkan Harga Komoditas Murah
Yahnda: Petani dan Nelayan Aceh Harus Berani Berinovasi Demi Kedaulatan Pangan di PENAS XVII Gorontalo

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Menjaga Amanah Selama 53 Tahun, Bank Aceh Siap Melangkah Lebih Kuat

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kolaborasi Human Initiative dan KBQ Baburrayyan Bangkitkan Petani Kopi Pascabanjir dan Longsor

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:36 WIB

FISIP USK Satukan Suara, Aceh Harus Jadi Pemain Utama di Blok Andaman

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:32 WIB

Pascabanjir, Geuchik Pon Sulap 40 Hektare Tambak Menjadi Sawah demi Tingkatkan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:06 WIB

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar.

NANGGROE

Wali Nanggroe: Rawat  dan Jagalah Perdamaian Aceh 

Jumat, 14 Agu 2026 - 11:16 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Mari Rawat Perdamaian Aceh dan Titipkan dalam Doa

Jumat, 14 Agu 2026 - 11:00 WIB

PEMERINTAHAN

Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan

Rabu, 12 Agu 2026 - 22:20 WIB