533 Rumah Permanen Pascabencana Dibangun di Aceh Tengah, Pengerjaan Dimulai September

Kamis, 30 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

Namun demikian, masih terdapat satu lokasi yang direncanakan untuk pembangunan sekitar 80 unit rumah yang hingga kini masih menunggu kepastian lahan.

Menurut Riki, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut agar proses pembangunan tidak mengalami keterlambatan.

“Pak Bupati telah memastikan bahwa lokasi tersebut segera ditetapkan sehingga pembangunan sekitar 80 unit rumah dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan,” katanya.

BACA JUGA...  Pj Sekda: Masjid Agung Ruham'ma Takengon dapat Menjadi Ikon Aceh Tengah

Selain persoalan lahan, Kementerian PKP juga menemukan adanya perbedaan data kebutuhan rumah antara usulan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dengan data yang menjadi acuan pemerintah pusat.

Pemkab Aceh Tengah mengusulkan kebutuhan sebanyak 622 unit rumah, sedangkan Kementerian PKP saat ini hanya dapat mengakomodasi 533 unit berdasarkan dokumen Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rendup) serta hasil Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana).

BACA JUGA...  ‎Kemenhan RI Bantu Warga Terdampak Banjir di Asel

Selisih sekitar 90 unit rumah tersebut diharapkan dapat diselesaikan melalui koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk melakukan penyesuaian data.

“Apabila nantinya data Jitupasna telah diperbarui dan menjadi tanggung jawab Kementerian PKP, maka sekitar 90 unit rumah yang belum terakomodasi berpeluang dibangun pada tahun anggaran 2027,” jelasnya.

BACA JUGA...  Usai Pelantikan Anggota DPRK Aceh Tengah, Ketua Sementara Gelar Ngopi Bareng Bersama Wartawan

Berita Terkait

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB