Dukungan kepada aparat kepolisian pun bermunculan. Laskar Panglima Nanggroe melalui ketuanya, Sulaiman Manaf, secara terbuka mengapresiasi kinerja Polda Aceh.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai bukti keseriusan dalam membongkar praktik korupsi yang merugikan rakyat.
“Kami hormat dan mendukung penuh langkah kepolisian. Jangan berhenti di level bawah. Jika ada pejabat tinggi atau politisi besar yang terlibat, proses hukum harus tetap berjalan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Dengan penetapan WN, posisi kubu Om Bus semakin terjepit.
Walau Bustami Hamzah belum berstatus tersangka, namanya kian sering disebut dalam diskusi publik. Gelombang penetapan tersangka ini memperkuat spekulasi bahwa lingkaran politiknya bisa saja ikut terseret.
Pertanyaan besar yang kini bergema di tengah masyarakat Aceh adalah apakah aparat hukum berani menembus dinding politik paling dalam, atau justru menghentikan langkahnya di lapisan luar. Satu hal yang jelas, badai skandal wastafel telah menghantam langsung kubu Om Bus dan membuka babak baru yang lebih panas di panggung politik Aceh. (Tim)




