MEDIA ACEH

Warga Pesisir Lebih Butuh Tanggul Bukan Bansos

Warga terdampak banjir di Kampung Teluk Halaban, Kecamatan Bendahara bukan butuh bantuan, tapi pembangunan tanggul penahan banjir yang permanen. Kualasimpang, Kamis, 6 Januari 2022

Banjir di Telukhalban dan Rantaupakam memang disebabkan tanggul di dua kampung itu jebol sejak beberapa tahun lalu. Kerusakan ini menyebabkan arus sungai yang harusnya mengalir ke hilir berubah arah ke permukiman.

Derasnya arus banjir ini bukan hanya membuat rumah terendam, namun beberapa bangunan juga rusak dan roboh.

Sekretaris Kampung Telukhalban, Abdullah Boyak ketika ditemui di lokasi banjir menjelaskan bangunan roboh merupakan kios milik Maimunah. Kios semi permanen itu hanya menyisakan pondasi batu bata setelah dihantam gelombang banjir pada Senin, 3 Januari 2022.

BACA JUGA...  Apel Pasukan Siaga Bencana Di Wilayah Kodim 0117 Atam

“Satunya lagi rumah ibu Siti Sarah, dapur dia sudah hampir ambruk. Sampai sekarang air sungai masih masuk dari dapur dia. Takutnya hanyut,” kata dia.

Titik rusak bertambah

Kerusakan tanggul di Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang disebut semakin bertambah akibat gelombang banjir yang belum surut hingga Rabu, 5 Januari 2022 petang.

Datok Penghulu Kampung Rantau Pakam, Ruslan menyebut awalnya kerusakan tanggul di wilayahnya hanya dua titik. Namun dalam empat hari terakhir, titik kerusakan ini bertambah menjadi enam titik.

BACA JUGA...  Karang Taruna Muda Bangsa Serahkan Paket Sembako pada Masyarakat Korban Banjir

“Maksudnya enam ini kerusakan besar, kalau kerusakan kecil ya banyak,” kata Ruslan.

Kondisi lebih parah disampaikan Datok Penghulu Kampung Telukhalban, Amril yang menegaskan seluruh tanggul di sepanjang desanya sudah tidak bisa digunakan akibat sudah lebih rendah dari bibir sungai. Padahal kata dia, kerusakan tanggul di desanya hanya dua titik.