Hingga Rabu, 5 Januari 2022 petang, banjir di kawasan ini masih meluas dan merendam sebagian permukiman. “Kalau cuma banjir biasa saja, agak lumayan, ini lihatlah, airnya mengalir macam di sungai,” jelasnya.
Mahyani pun mengingat kembali kunjungan Gubernur Aceh bersama unsur Forkopimda Aceh melihat kerusakan tanggul pada 2020. Menurutnya ketika itu, Gubernur yang didampingi Kapolda, Pangdam Iskandar Muda, Kajati dan pejabat lainnya berjanji akan segera membenahi bibir sungai untuk mencegah luapan sungai.
“Setelah pak gubernur, datang juga istri pak gubernur ke sini, nengok-nengok tanggul juga, tapi sampai sekarang tidak ada yang diperbaiki,” ungkapnya.
Ibu lima anak ini pun berharap tidak ada lagi pejabat yang datang hanya untuk meninjau tanpa melakukan perbaikan.
“Kalau cuma datang bawa sembako sebaiknya tidak usah, yang kami butuhkan tanggul, itu yang paling penting,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Tajuddin, 72 tahun warga yang rumahnya persis di sisi tanggul. Diakuinya beberapa kali kerusakan tanggul yang tergerus banjir diperbaiki oleh pihak kecamatan, namun tidak optimal karena tidak dilakukan secara menyeluruh.
“Kalau cuma ditimbun pasti longsor lagi, harusnya dikuatkan dulu pondasi dasarnya biar tidak longsor,” kata Tajuddin.





