Sulaiman menuturkan, bagi santri adab itu lebih tinggi daripada ilmu, karena itulah yang diajarkan oleh para ulama sebagaimana sabda Rasulullah. “Adab itu diatas ilmu,” katanya.
“Kalau gaya-gaya seperti yang terlihat di dalam video tersebut malah mirip-mirip dengan gaya premanisme. Aksi premanisme seharusnya tidak boleh ada di Aceh, sangat merusak persatuan umat,” katanya.
“Mirip preman,” tambah Sulaiman.
Dalam kesempatan tersebut, Sulaiman mengingatkan kembali pesan para ulama bahwa sangat penting menjaga persatuan dan perdamaian di Aceh.
“Almarhum Tu Sop selalu berpesan agar selalu menjaga persatuan, tidak terpecah belah, dan jangan membalas jika ada orang yang mencaci maki kita, itulah yang harus kita pegang teguh, itu pesan dari ulama kita,” jelasnya.
Walaupun Tu Sop sudah tiada, lanjut Sulaiman, ilmu dan nilai-nilai penuh peradaban yang ditanam oleh almarhum seharusnya dijaga dan diikuti dengan baik oleh masyarakat Aceh khususnya para santri yang mengaku mencintai ulama.
“Sebagai pecinta ulama, harusnya tidak bertindak arogan seperti preman, marilah menjaga persatuan dan kedamaian, contoh saja kepada Mualem, yang selalu dicaci maki orang tapi belum pernah sekalipun beliau membalas, begitulah harusnya seorang pemimpin yang harus kita ikuti,” tegasnya.




