BANDA ACEH (MA) — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2024 menunjukkan dinamika yang jauh berbeda dibandingkan dengan Pilkada 2017, kata pengamat Dr. Usman Lamreung,M.Si kepada media lewat siaran persnya,Rabu, (13/11/2024).
Ia mengatakan Pilkada 2017, persaingan politik berlangsung sangat dinamis dengan banyaknya calon gubernur yang berasal dari mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dominasi persaingan politik internal mantan GAM menciptakan ketegangan yang signifikan, disertai perpecahan dukungan di antara basis pendukung masing-masing calon.
Saat itu, Muzakir Manaf yang dikenal sebagai “Mualem” harus berhadapan dengan sejumlah tokoh lain seperti Irwandi Yusuf, Zaini Abdullah, dan Zakaria Saman, katanya.
Lanjutnya, Pecahnya dukungan internal membuat sebagian suara yang diharapkan oleh pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid terpecah dan beralih kepada Zaini Abdullah, Irwandi Yusuf, dan Zakaria Saman. Situasi tersebut mengakibatkan Pilkada 2017 dimenangkan secara tipis oleh Irwandi Yusuf.
Namun, katanya, Pilkada Aceh 2024 memberikan nuansa berbeda. Pasangan calon nomor urut 02, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh), kini mendapat dukungan penuh dari para tokoh mantan GAM, Komite Peralihan Aceh, Partai Aceh, serta partai nasional dan lokal yang dominan.




