oleh

Usai Divaksin Biasa Saja Tak Ada Efek

“Kami yang sudah divaksin ini tidak ada efek sama sekali. Kalau informasi tidak jelas soal vaksinasi langsung dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan, ke IDI, bahwa informasi yang benar itu seperti apa,” ujar Gubernur.

Laporan | Syawaluddin

BANDA ACEH (MA) – Gubernur Pemerintah Aceh, Nova Iriansyah, nyatakan; tak ada efek samping terhadap dirinya usai divaksinasi Vaksin Sinovack. Begitu tulis rilis yang disampaikan ke redaksi mediaaceh.co.id, Minggu, 31 Januari 2021.

VAKSIN : Gubernur Pemerintah Aceh, saat disuntik vaksinasi vaksin sinovack, di RSUZA Banda Aceh. Tak ada efek samping usai divaksin. (Foto : ist/dok/mediaaceh.co.id)

Gubernur bersama Pangdam Iskandar Muda, Wakapolda Aceh, Sekda Aceh, Anggota DPRA, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan sejumlah pejabat SKPA lainnya kembali menerima suntikan dosis kedua vaksin covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jumat 29 Januari 2021.

Penyuntikan dosis kedua vaksin Covid-19 ini dilakukan terhadap Gubernur dan unsur Forkopimda Aceh yang seblumnya telah menerima suntikan dosis pertama pada Jumat, 15 Januari 2021 lalu.

Usai menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 Nova mengatakan, dirinya merasa baik-baik saja. Bahkan ia juga tidak merasakan efek negatif apapun sejak menerima suntikan dosis pertama pekan lalu.

Hal iserupa juga diraskan pejabat lain yang ikut disuntik pada pekan lalu. “Setelah menjalani suntikan vaksin saya tidak merasa efek atau reaksi dosis vaksin Covid-19,” sebutnya.

Gubernur Aceh berharap agar masyarakat tidak termakan informasi yang keliru terkait dampak dari penyuntikan dosis vaksin Covid-19.

“Kami yang sudah divaksin ini tidak ada efek sama sekali. Kalau informasi tidak jelas soal vaksinasi langsung dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan, ke IDI, bahwa informasi yang benar itu seperti apa,” ujar Gubernur.

Tegaskan vaksin Sinovac halal
Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menjelaskan kembali bahwa penggunaan Vaksin Covid-19 jenis Sinovac telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Gubernur berharap, pada gilirannya seluruh masyarakat akan bersedia untuk divaksin sebagai ikhtiar bersama melawan pandemi Covid-19.

“Vaksinasi Covid-19 dilakukan untuk membentuk antibodi yang membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut. Jika program vaksinasi sukses, maka pandemi Covid-19 dapat dikendalikan,” ungkapnya.

Vaksinasi Covid-19 di Aceh diperuntukkan kepada 3,7 juta warga dalam target waktu lima bulan ke depan terhitung 15 Januari 2021 lalu.

Mereka yang akan menerima vaksin terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga pelayanan publik, TNI dan Polri, masyarakat rentan, geospasial, sosial dan ekonomi, dan pelaku ekonomi essensial serta masyarakat lainnya. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..