UMKM di Bireuen Semakin Bergeliat, Omzet Melesat Berkat Program MBG

Sementara itu, ASLAP SPPG MBG Lhok Awe Teungoh 3, Chairul Miswar, menyampaikan bahwa keterlibatan UMKM lokal merupakan bagian penting dari keberhasilan program MBG.

“Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga dirancang untuk memberdayakan UMKM lokal. Kami berkomitmen melibatkan pelaku usaha seperti UD. Raja Gizi agar ekonomi masyarakat sekitar ikut tumbuh,” jelasnya.

BACA JUGA...  Parah, Sejumlah Pejabat Teras Bireuen Jadi Tersangka Kredit Fiktif Mandiri

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus memastikan kualitas bahan pangan yang disuplai tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan.

“Kami melakukan seleksi dan pendampingan terhadap supplier, sehingga bahan makanan yang digunakan benar-benar higienis, berkualitas, dan layak konsumsi,” tambah Chairul.

Keberadaan UD. Raja Gizi yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) 2911220049562 ini menjadi contoh nyata bagaimana program pemerintah mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Tidak hanya meningkatkan omzet, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

BACA JUGA...  Jalan Kaloy – Lesten Buka Keterisoliran Lintas Tengah

Diharapkan, kolaborasi antara program MBG dan pelaku UMKM seperti UD. Raja Gizi dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak usaha kecil yang tumbuh dan mandiri di Kabupaten Bireuen.

Dengan meningkatnya permintaan yang konsisten, pelaku usaha optimis dapat terus memperluas kapasitas produksi serta menjaga kualitas produk demi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin besar.(Maimun Mirdaz)