Jalan Kaloy – Lesten Buka Keterisoliran Lintas Tengah

Senin, 21 September 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUALASIMPANG (MA) – Jalan sepanjang lebih kurang lebih 63 kilometer yang menghubungkan Simpang Semadam – Pulau Tiga – Kaloy, kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Ke Desa Lesten, kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues Aceh, dikerjakan awal tahun 2021.

Proyek senilai Rp.34,1 miliar yang diusulkan dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021, dengan rincian Gayo Lues Rp.20 miliar dan Aceh Tamiang Rp.14,1 miliar, dikerjakan melalui Karya Bhakti TNI, kepada Kodam Iskandar Muda, melalui Korem 011/Lilawangsa.

Pembangunan jalan terobos lintas tengah, Kaloy – Lesten membuka sentra sentra ekonomi baru, pariwisata dan keterisoliran yang selama ini dirasakan oleh masyarakat kedua kabupaten.

Disamping mempersingkat waktu dari dan ke Sumatera Utara, juga mempermudah membawa dan mengeluarkan hasil bumi yang ada di kedua kabupaten.

Penegasan itu disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Mursil, melalui Kabag Humas, Agusliyana Devita kepada mediaaceh.co.id, Senin, 21 September 2020 melalui pesan singkat whatsapp.

BACA JUGA...  Seribuan Nakes Gelar Unjuk  Rasa di DPRK Aceh Selatan, Tuntut Kerja Penuh Waktu

“Ya, dengan dibukanya jalan tembus poros tengah Kaloy – Lesten memberikan Multi effect yang sangat luar biasa, selain membuka peluang ekonomi, juga membuka jalur jalur wisata di Aceh Tamiang, yang saat ini sulit dijangkau dan dilalui,” Kata Mursil, ditirukan Devi.

Dikatakan, lebih dari 22 objek wisata unggulan di Aceh Tamiang menjadi destinasi para turis lokal, nasional dan Mancanegara Negara. Yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kata Devi, kedua Bupati (Aceh Tamiang dan Gayo Lues), hari ini lakukan prosentase di Korem 011/Lilawangsa, masing masing Bupati menyerahkan Detail Engineering Design (DED) untuk dipaparkan.

Masih Devi, dikatakan; Bupati Gayo Lues Muhammad Amru, sangat berharap jalan poros tengah tersebut secepatnya dibangun, sebab lintas tengah itu jarak terdekat menuju Sumatera Utara via Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  BPKA Menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Bendahara Tahun Anggaran 2023

Jika melalui, Gayo Lues – Kutacane – Lawe Pakam – Brastagi – Medan. Butuh waktu 10,5 jam perjalanan, jika melalui lintas Aceh Tamiang ke Sumatera Utara hanya butuh 7 jam perjalanan saja.

Usai memaparkankan di Korem 011/Lilawangsa. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan menuju Kodam Iskandar Muda, di Kota Banda Aceh, untuk prosentase lebih lanjut.T

Tingkatkan Jadi Jalan Propinsi

Politisi partai Demokrat, yang juga anggota DPR Aceh, Nora Idah Nita akan mengupayakan jalan Kaloy – Lesten tersebut menjadi jalan provinsi.

Menurutnya, jika jalan tersebut ditingkatkan menjadi jadi jalan provinsi, dia berjanji akan menganggarkan lewat pokok pikirannya (Pokir), untuk kelanjutan pembangunan jalan poros tengah tersebut.

“Disamping Pokir, jika statusnya menjadi jalan provinsi, akan lebih bagus, sebab kita bisa mengepush dana dari anggaran provinsi, jika anggaran kabupaten kan sangat terbatas,” jelas Nora.

Dikatakan, masyarakat Aceh Tamiang mendukung dan berharap sepenuhnya, agar jalan tersebut akhir 2021 selesai dikerjakan, “Saya sudah langsung berdialog dengan masyarakat setempat, itu harapan mereka, agar mereka terlepas dari keterisoliran akibat infrastruktur tidak baik,” jelasnya.

BACA JUGA...  Musrenbang RPJMD Asel 2025-2029, Program Harus Selaras dengan Aceh-Pusat 

Kami Harus Bebas Dari Kubangan Lumpur

Ashari Kasim; Sekretaris Mukim, Kemukiman Sangka Pane, Kecamatan Bandar Pusaka menegaskan, kurang lebih 40 tahun warga yang ada didua kabupaten (Aceh Tamiang dan Gayo Lues) terisolir karena infrastrukturnya tidak ada.

Terutama itu, jalan poros tengah yang menghubungkan Kaloy – Lesten harus terbangun, untuk melepaskan masyarakat yang didua kabupaten tersebut dari keterisoliran akibat akses tidak ada.

“Kami sebagai masyarakat, menginginkan bebas karena buruknya akses, penderitaan panjang ini kami rasakan kurang lebih 40 tahun lamanya, namun hari ini kami bahagia, pemerintah melihat penderitaan kami disini, dengan membangun poros tengah Kaloy – Lesten dan harapannya segera dibangun untuk melepaskan penderitaan kami,” Jelas Ashari. (Syawaluddin)

Berita Terkait

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 
Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Taufik Jadi Plt Sekda Aceh
Ayah Wa Ajak Masyarakat Aceh Utara Semarakkan Maulidur Rasul 12 Rabiul Awal 1448 H
Amzi JMY Pimpin TDA Jakarta Selatan 9.0
SPPG Malaka di Aceh Selatan di Hentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 
Satu Data, Sasaran Nyata
Teuku Adian Makmur Dilantik 

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Amzi JMY Pimpin TDA Jakarta Selatan 9.0

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

SPPG Malaka di Aceh Selatan di Hentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 

Berita Terbaru

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh

Senin, 24 Agu 2026 - 20:24 WIB