Tumpukan Material Biji Besi PT PSU Disinyalir Cemari Lingkungan

Kamis, 28 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan bijih besi PT Pinang Sejati Utama (PSU) yang mengeksploitasi tambah di Meunggamat Kecamatan Kluet Tengah mencemari lingkungan di sekitar perairan Pelabuhan Tapaktuan, Rabu, (27/11).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow  Kluet).

Tumpukan bijih besi PT Pinang Sejati Utama (PSU) yang mengeksploitasi tambah di Meunggamat Kecamatan Kluet Tengah mencemari lingkungan di sekitar perairan Pelabuhan Tapaktuan, Rabu, (27/11).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN (MA) – Tumpukan material biji besi PT Pinang Sejati Utama (PSU) di Pelabuhan Tapaktuan Aceh Selatan disinyalir mencemari lingkungan atau paling tidak merubah  warna  air laut di sekitar perairan setempat.

Hal itu berdampak kepada  kondisi lingkungan  dan air laut yang dapat merusak terumbu karang   dan ekosistem di sekitarnya.

Menurut  pemantauan wartawan di lokasi, Rabu, (27/3),  di sekitar perairan  Pelabuhan Tapaktuan telah terdapat perubahan kondisi air laut.

BACA JUGA...  Sedang Berwudhuk, Burhanuddin Diterkam Buaya Muara

“Kok bisa hijau warga air lautnya ya, apa ini yang dinamakan pencemaran?,” kata seorang wartawan keheranan.

Ketika  dikonfirmasi wartawan, Kepala Kantor Syahbandar Aceh Selatan, Jaruslim, SH, Rabu,  (27/3), membantah jika air laut di sekitar Pelabuhan Tapaktuan  tercemar akibat  limbah dari material beji besi yang mengandung logam tersebut.

“Saya menjamin itu tidak berbahaya dan tidak perlu di ambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium,”kata Jaruslim dengan percaya diri.

BACA JUGA...  Untuk Mencegah Stunting, Dandim 0107/Asel Berikan Tambahan Nutrisi

“Tidak berbahaya dan itu tidak perlu dibuktikan dengan hasil laboratorium,” katanya.

Dia menjamin, penumpukan bijih besi itu tidak menimbulkan bahaya lingkungan d dan tidak perlu di ambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium, kata Jaruslim dengan percaya diri.

Berita Terkait

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga
Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Lima Hari Banjir di Aceh Selatan, Ratusan Korban Masih Mengungsi
Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 
BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:05 WIB

Satgas Bencana Asel Bersihkan Fasum dan Rumah Warga

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terbaru

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB