ACEH UTARA | MA — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Utara, Haji Abdul Mukti Umar, menyoroti kelangkaan semen yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Aceh Utara. Kondisi tersebut dinilai telah menghambat berbagai proyek pembangunan, terutama pembangunan rumah bantuan bagi korban banjir serta sejumlah proyek infrastruktur lainnya.
Menurut Haji Mukti, sulitnya memperoleh semen di pasaran membuat aktivitas pembangunan berjalan lambat bahkan terpaksa dihentikan sementara karena kekurangan material utama tersebut.
“Kelangkaan semen saat ini sangat berdampak terhadap berbagai proyek pembangunan. Banyak pekerjaan pembangunan rumah bantuan untuk korban banjir maupun proyek infrastruktur lainnya menjadi terhambat karena semen sulit didapat,” ujar Haji Mukti pada media lewat siaran persnya, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, selain pasokan semen lokal yang terbatas, distribusi semen dari Medan juga mengalami kendala akibat lamanya antrean truk di Pelabuhan Belawan. Kondisi tersebut menyebabkan pengiriman ke Aceh Utara tidak berjalan lancar sehingga stok di toko-toko bangunan terus menipis.
Haji Mukti mengatakan, di tengah kenaikan harga berbagai bahan bangunan, masyarakat dan para kontraktor kini harus menghadapi persoalan baru berupa kelangkaan semen. Jika tersedia di toko bangunan, harga semen mengalami kenaikan cukup signifikan.




