“Saat ini harga semen merek Semen Padang maupun Dinamix sudah mencapai sekitar Rp78 ribu per sak. Itu pun belum termasuk biaya transportasi ke lokasi proyek. Selain itu, pembelian juga dibatasi karena stok sangat terbatas. Sementara Semen Andalas di banyak toko justru kosong,” ungkapnya.
Menurut Mukti, keberadaan PT Solusi Bangun Andalas (SBA) memiliki arti strategis bagi Aceh. Pabrik semen yang beroperasi di Lhoknga tersebut merupakan salah satu penopang utama kebutuhan semen di provinsi ini dan memiliki sejarah panjang dalam mendukung pembangunan daerah. diharapkan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca banjir, pasokan semen dari pabrik tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan kembali ribuan rumah, fasilitas umum, jalan, jembatan, serta berbagai infrastruktur yang menjadi fondasi kebangkitan Aceh.
Ia menilai kondisi kelangkaan semen saat ini dapat berdampak pada keterlambatan penyelesaian proyek-proyek strategis yang sedang berjalan, termasuk pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak banjir yang membutuhkan percepatan penyelesaian.
Karena itu, Kadin Aceh Utara berharap produsen semen, khususnya PT Solusi Bangun Andalas melalui produk Semen Andalas, dapat mengoptimalkan kapasitas produksi dan distribusi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar di Aceh yang terus meningkat.




