Tuih Alkhair : Kepala BPIP Jangan Mengundang Kontroversi dan Menyesatkan di NKRI

Bireuen (MA)Menyikapi  Kepala statement dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Yudian Wahyudi, yang dimuat dibeberapa media pada tanggal 12 Februari 2020, Bahwa Musuh Pancasila adalah Agama, ini mengundang kontroversi dan menyesatkan serta bicaranya dia itu mengarah unsur provokatif dan Hoaks serta mengundang ujaran kebencian tanpa dasar yang jelas, kata aktivis Front Pembela Islam (FPI) Bireuen Tuih Alkhair lewat rilisnya yang dikirim ke media mediaaceh.co.id, Jum’at (14/2).

Lanjut Tuih Alkhair, Kepala BPIP seharusnya belajar dulu sejarah lahirnya Pancasila, serta kapan kisah historis lahirnya Pancasila, Pancasila itu kapan lahirnya ? Jadi tolong jangan asal ngomong aja diruang publik, seakan – akan dia yang paling tahu tentang 4 pilar Kebangsaan yang tercantum dalam Pancasila sebagai ideologi Bangsa Negara Republik Indonesia.

Pasalnya, dia menyatakan bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama, tentu ini sangat berbahaya yang kontradiktif terhadap statemennya yang mengganggu stabilitas politik negara dan toleransi beragama di negara kita NKRI ini, Sebut aktivis sosial yang Pro Syari’at Islam.

BACA JUGA...  PETA Ikut Upacara Harkitnas di Aceh Barat

“Pancasila bagian dari nilai-nilai manifestasi Agama. Bagaimana bisa agama menjadi musuh terbesar Pancasila, logis dan rasional apa gak sih?”, Tanya aktivis muda jalanan Bireuen ini.

“Kami selaku orang yang mempunyai agama yang toleransi, tentu sangat terganggu dengan pernyataan bodoh kepala BPIP tersebut, seakan – akan menurut dia, Pancasila lebih penting dari agama, padahal kalau agama tidak ada, maka Pancasila pun mustahil ada dinegara ini”, Terangnya Tuih Alkhair.

Maka dari itu saya minta kepada Presiden Republik Indonesia H Ir Joko Widodo untuk segera memecat kepala BPIP tersebut dari jabatannya, minta Tuih.

Karena lanjut Tuih, gara – gara pernyataan sesat dan kontroversi dia, tentu kita takut dan khawatir akan menjadi pemicu persoalan baru di negari kita Republik Indonesia ini.” Jangan – jangan dia sendiri yang tidak mempunyai agama atau kelompok komunis,” Tuding Tuih aktivis muda dengan nada kesal.

Aktivis FPI Bireuen ini menduga ada kasus besar yang sedang ditutupi dengan mencuatnya pernyataan statement ketua BPIP tersebut.

“Saya menentang kepala BPIP untuk berdebat argument dengan saya tentang bagaimana semestinya pemahaman dan definisi 4 pilar kebangsaan dalam lambang negara kita Pancasila,” mintanya.

BACA JUGA...  Masyarakat Pegasing Keluhkan Infrastruktur dan Respons Pemerintah dalam Musrenbang

Dikatakan lagi, Jadi dia pikir kami tidak tahu tentang Pancasila, sejak dari sekolah dasar dulu kami sudah di ajarkan belajar tentang ideologi bangsa dan pemahaman tentang Pancasila serta lahirnya Pancasila, dia harus tau sejarahnya, bahwa yang mencetuskan Pancasila itu berkat dari perjuangan – perjuangan para alim ulama Seluruh Nusantara RI, mulai dari Sabang (Aceh) sampai Merouke (Papua), berkat perjuangan para santri – santri tempo dulu, dan kaum cerdik pandai (Cendikiawan) masa perjuangan dalam merebut Kemerdekaan RI dari Kafe Penjajah Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Tambahnya Tuih Alkhair, dia harus tau santri itu orang – orang kuat tentang toleransi dalam kebebasan beragama, jadi kepala BPIP jangan keluarkan pernyataan sesat, dan provokatif serta Hoaks sehingga dengan berani menuduh agama itu musuh besar Pancasila.

Mereka sengaja membuat suatu ke gaduhan lewat BPIP, tentu mungkin untuk menutupi kasus – kasus besar, atau mungkin ada niat untuk mendokrin kembali ideologi faham – faham komonisme di RI atau menghidupkan isu isu PKI di negara kita NKRI ini, ungkap Tuih Al khair.

BACA JUGA...  Dewan Abes Pertanyakan Penas dan Kesiapan Pemerintah Aceh

“Maka sekali lagi saya ingatkan dan memberikan suatu masukan kepada Presiden RI Ir H Joko Widodo, supaya kedepannya agar bisa lebih selektif dan hati – hati terhadap penepatan figur publik pada posisi keberadaannya menjabat sebagai kepala BPIP tersebut di Negara Republik Indonesia raya ini, dan jangan sampai kita sebagai warga negara yang mempunyai agama dan taat pada hukum – hukum toleransi beragama, dan negara,”terangnya aktivis FPI Bireuen ini.

Lanjutnya lagi, kita khawatir bisa ditakut – takuti dan dipecah belahkan bentuk provokasi yang bahkan mengarah pada sebuah skenario pembenturan antara Pancasila dengan Keagamaan di negara kita Republik Indonesia.

Hingga sampai sekarang kita belum tahu hasil kerjanya BPIP, kecuali yang satu ini, hanya bikin kisruh dan provokatif yang mengarah statement penuh dengan mengunjar kebencian dan Hoaks serta Fitnah,” pungakas Tuih Alkhair. (Iqbal).