Selanjutnya adalah penyataan Ketua Umum Muzakir Manaf sudah sangat siap untuk dicalonkan sebagai Gubernur saat Pilkada.
“Sepertinya beliau sangat berhasrat sekali duduk sebagai tampuk kekuasaan Gubernur Aceh. Mestinya Partai Aceh jangan bicara dulu kesiapan Ketua Umum calon Gubernur, seharusnya disiapkan dulu bagaimana formula dan resep memperbaiki masa depan Aceh,” Katanya.
Bukan saja kesiapan dicalonkan sebagai Gubernur, namun juga dibarengi dengan tawaran blue print masa depan Aceh.
Tiga fase pilkada, Aceh terlunta-lunta, terseyok-seyok tanpa arah dan tujuan masa depan jelas, yang ada adalah saling berebut dan kotak-katik Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA).
Maka sudah seharusnya Partai Aceh yang katanya partai yang ingin mengembalikan marwah Aceh, merumuskan blue print baru masa depan Aceh, yang mampu menuntaskan masalah kemiskinan, kesejahteraan, dan pemamfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan pembangunan Aceh.
Perlu diingat bahwan beliau Mualem pernah berkuasa dan ada yang gagal merealisasikan janji politiknya.
Selanjutnya, Partai Aceh harus terus menjadi garda terdepan, bersuara lantang dan lugas, apalagi sebagai partai mayoritas kursi di DPRA, sudah semestinya mendorong pemerintah Aceh mempercepat realisasi anggaran, jangan sampai pemerintah Aceh tahun 2021 bertambah lagi SILPA.





