Tokoh Muda Barsela Yang Satu Ini Belum Tentukan Sikap 2019

Banda Aceh, AP-Perhelatan pesta demokrasi pileg 2019 memang masih terlalu lama bahkan masih dalam hitungan tahun. Namun sejumlah tokoh dan aktivis sudah ada yang terang – terangan menyatakan diri akan maju sebagai calon legislatif baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

Baik pernyataan maju itu disampaikan oleh pribadi yang bersangkutan atau pun didorong oleh pihak lain karena dianggap berkompenten. Akan tetapi salah seorang tokoh muda Barat Selatan Aceh asal Aceh Jaya Nasri Saputra pria berpostur tubuh mungil yang akrab dipanggil Poen Chèk serta dikenal berani dalam sikap politiknya masih memilih diam dan bungkam.

Lelaki usia 30 tahun gemar dengan profesinya dikancah jurnalis salah satu media online itu, pernah maju sebagai Bakal Calon Bupati Aceh Jaya berpasangan dengan Efendi pada pilkada 2017 lalu, namun pasangan tersebut pada gugur saat penetapan KIP kabupaten setempat karena Poen Chèk dinyatakan tidak cukup usia 23 hari pada saat pendaftaran.

BACA JUGA...  Teuku Abdullah Sanny, Resmi Mendaftar Sebagai Bacalon Gubernur Aceh ke Partai Gelora

“Belum, kita belum ada arah kesitu. Bisa jadi ikut maju, bisa jadi enggak. Bisa jadi kebupaten, bisa jadi provinsi. Pokoknya kalau persoalan itu teman – teman tanyakan untuk saat ini hanya “bisa jadi” jawaban yang bisa saya persembahkan, hahaaahaa”, ujarnya sambir tertawa di House Tamboe Coffe Banda Aceh 06 April 2017.

Dikatakan Poen Chèk maju atau tidak dirinya dipileg 2019 tidaklah begitu penting, yang terpenting menurutnya dipileg 2017 nanti Aceh harus mampu melahirkan nuansa politik baru, sehingga tidak seperti pileg – pileg sebelumnya.

BACA JUGA...  MANDIRI 03 Gagas Ekonomi Hijau di Langsa, Gandeng Repnas dan Gelombang Muda Maju Meusuraya

“Nuansa politik yang santun, profesional, intelek, serta bermartabat itu yang kita harapkan”, ucapnya

Poen Chèk berharap dipileg kedepan, parlok dapat mendominasi perolehan kesempatan diparlemen. Ia pun meminta parlok agar bersatu, tidak saling mencela. Parlok harus menjadi perhatian pusat ( parnas ), serta tetap dalam koridor persatuan meskipun sedang berkompetisi. Selain itu memelihara dan meningkatkan komunikasi dengan parnas juga tidak kalah penting, hal tersebut sangat perlu dilakukan demi Aceh kedepan.

“Parlok harus mampu, saya tidak bilang parlok A, B atau C. Saya cuma berharap parlok kali ini harus mendominasi. Dan barus bersatu demi Aceh kedepan mesti dalam pandangan politik berbeda. Partai tentu punya ADRT yang berbeda namun dalam hal kontek pembangunan Aceh, kita sangat berharap memiliki kesamaan presepsi dan pandangan dalam pengambilan keputusan serta kebijakan untuk menentukan arah lebih baik bagi Aceh kedepan. Mau dipreteli terus akibat perpecahan antara kita atau bersatu untuk bangkit? Hanya ada dua pilihan, simple kan ? Jangan lupa pahami dan jangan buang pemahaman jika Aceh itu beda”, tutupnya.[☆]

BACA JUGA...  Pimpinan Definitif DPRK Bireuen Ditetapkan, PNA Gabung Ke PA

Foto : Gubernur Aceh terpilih Irwandi Yusuf ( kanan ) dan Poen Chèk ( kiri ). [ Dok/Ist ]