“Meskipun Partai Gelora tidak memiliki kursi di tingkat provinsi, tapi kami yakin bahwa ada pemilih Partai Gelora yang mendukung program-program dan ide-ide konstruktif dari Prof. Sanny,” ujar Ridha. Ia menekankan bahwa dalam konteks Aceh, kepentingan bersama harus diutamakan. “Kami mendaftar bukan hanya melihat dari segi jumlah kursi, tetapi juga ingin merangkul seluruh elemen, baik itu organisasi masyarakat (ormas) maupun partai politik (parpol), termasuk parpol yang tidak memiliki kursi di DPRA sekalipun,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Aceh, Fuady Sulaiman, ST, M.Si, mengapresiasi dan menyambut hangat langkah tim Prof. Sanny yang sudah mendaftar di DPW Partai Gelora Aceh. “Kami sangat terkejut dan terkesan dengan kehadiran tim Prof. Sanny di kantor DPW Gelora Aceh, mengingat bahwa partai kami tidak memiliki kursi di DPRA,” kata Fuady.
Menurutnya, kehadiran Prof. Sanny sebagai Bacalon Gubernur merupakan suatu kehormatan dan menandai satu-satunya pendaftaran Bacalon gubernur ke DPW Partai Gelora Aceh hingga saat ini. Langkah Prof. Sanny ini tidak hanya menambah dinamika politik di Aceh tetapi juga memperlihatkan keberaniannya untuk merangkul berbagai elemen dalam masyarakat. Keputusan untuk mendaftar ke Partai Gelora, meskipun partai ini belum memiliki representasi di DPRA, menunjukkan tekad Prof. Sanny untuk bekerja demi kepentingan yang lebih luas.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















