Terkait Kasus Bimo Intimidasi Wartawan, Kabid Irba Dinas PSDA Cilacap Bantah Terlibat

Darwoko kemudian menjelaskan kronologi munculnya kontak komunikasi WA yang beredar yang nadanya seakan-akan dirinya meminta Bimo mengamankan wartawan Nover Zai. Waktu itu, kata dia, Padmo Subagyo datang ke kantornya dan menceritakan jika pekerjaannya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap diberitakan oleh wartawan.

“Dalam berita tersebut, Bimo keberatan jika pekerjaannya dikatakan tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan. Sehingga saya memberikan saran kepada Bimo agar permasalahan itu diselesaikan dengan baik agar dinas-dinas tidak terganggu oleh pemberitaan yang tidak benar terkait pekerjaan,” jelas Darwoko.

BACA JUGA...  Dayah Miftahul Huda Ulee Rubek Timu dan Malikussaleh Panton Labu Raih Juara Umum MTQ Ke-4 

Terkait tuduhan tindak premanisme terhadap wartawan Cilacap yang dituduhkan kepadanya, Darwoko membantah hal tersebut. Dia menegaskan hanya meminta Bimo untuk mengklarifikasi pemberitaan yang tidak benar terkait pekerjaannya dengan baik-baik. “Apa itu dianggap saya menyuruh Bimo melakukan premanisme terhadap wartawan? Enggak toh?” imbuhnya mempertanyakan.

Ditanya terkait permintaan fee 1 persen yang tertulis di pesan WA Darwoko ke Bimo, dia mengatakan bahwa dirinya dihubungi Ketua Umum PPWI Pusat, Wilson Lalengke, melalui WhatsApp (WA). Saat itu, Wilson Lalengke menanyakan apakah benar Marhani meminta fee 1 persen ke salah satu dinas.