Temuan Pansus Fraksi PA Terhadap Pembebasan Tanah Kuburan, Jawaban Bupati Membingungkan

  • Bagikan

example banner

 1,448 total views,  1 views today

Temuan Pansus Fraksi PA Terhadap Pembebasan Tanah Kuburan, Jawaban Bupati Membingungkan

Laporan | Syawaluddin

JANTHO (MA) – Temuan Pansus Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Aceh. Terkait pembebasan tanah kuburan di Gampong Lubok Batee Kecamatan Ingin Jaya yang tertuang dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun anggaran 2020, Bupati Mawardi Ali memberikan jawaban yang membingungkan masyarakat.

Begitu tegas; Usman Lamreung, Civitas Akademisi Universitas Abulyatama (Unaya) pada mediaaceh.co.id. Sabtu, 10 Juli 2021 di Banda Aceh.

Itu dikatakan Usman, sesuai dengan temuan hasil Pansus Lapangan LPJ tahun anggaran 2020 pada sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar pada 28 Juni 2021 lalu.

Yang di sampaikan oleh berbagai pandangan Fraksi, sementara Usman sangat tertarik dengan pernyataan Fraksi Partai Aceh atas temuan Pembebasan Tanah Kuburan Gampong Lubok Batee Kecamatan Ingin Jaya.

Menariknya jelas Usman; adalah jawaban pemerintah Aceh Besar atas pertanyaan Tim Pansus tentang urgensi pembebasan tanah kuburan di Gampong Lubok Batee.

Pemerintah Aceh Besar memberikan jawaban bahwa semestinya tidak dilakukan pembebasan lahan kuburan di tengah masa pandemi Covid-19, yang semestinya dapat digunakan untuk pemulihan ekonomi masyarakat dimasa pandemi ini.

“Kalau demikian jawaban saudara bupati, maka menciptakan kebingungan publik, bila pemerintah juga menganggap bahwa pembebasan tanah tersebut tidak urgensi, kenapa harus di lakukan pembebasan tanah kuburan tersebut?,” Tanya Usman.

Usman beranggapan; jika pembebasan tersebut tidak urgent kenapa sampai ada pembebasan, “ini namanya pemborosan anggaran dan tidak masuk akal,” Katanya.

Sementara anggaran pembebasan tanah kubutan tersebut bisa dibilang besar, Rp.925 juta rupiah dengan luas tanah 1025 M2.

Usman mempertanyakan prihal pembebasan tanah kuburan tersebut sebenarnya peruntukan siapa?. Sehingga harus dibeli saat musibah pandemi.

Sebenarnya anggaran tersebut bisa diperuntukan kepentingan penanggulangan masa tanggap darurat Covid-19.

Kalau pembebasan tanah kuburan tersebut, peruntukan masyarakat Gampong Lubok Batee Kecamatan Ingin Jaya, berarti pemerintah Aceh Besar berlaku tidak adil, kenapa hanya Gampong Lubok Batee, gampong yang lain kenapa tidak dibeli? Berati ada pilih kasih?.

Sepertinya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar alokasi anggaran pembebebas tanah kuburan di Gampong Lubok Batee tidak dibarengi dengan perencanaan.

Termasuk dalam memilih lokasi, peruntukan dan kegunaannya. Asal dibeli, “atau jangan-jangan ini memang tidak ada dalam perencanaan, muncul ditengah jalan, atau ada tujuan kepentingan yang dekat dengan kekuasaan?,” tanyanya.

Usman berpendapat; pembebasan tanah kuburan di Gampong Lubok Batee Kecamatan Ingin Jaya, menurutnya adalah bentuk pemborosan anggaran, semestinya tidak dilakukan pemerintah Aceh Besar, dan tidak urgen karena lahan kuburan yang tersedia masih sangat luas.

Apalagi dalam kondisi pandemi ini, anggaran sebesar tersebut bisa dialokasi sektor lain, untuk kepentingan masyarakat Aceh Besar, seperti pemulihan ekonomi masyarakat dampak pandemi.

“Pembebasan tanah kuburan di Gampong Lubok Batee menurut kami tidak masuk akal, pemborosan anggaran dan dipaksakan,”. [*]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *