Ia menjelaskan, kehadiran GENTING merupakan salah satu strategi kolaboratif yang bertujuan mempercepat penurunan angka stunting di Aceh Selatan. Melalui gerakan ini, berbagai pihak didorong untuk berperan aktif sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Menurutnya, stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong, diharapkan dapat tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
“GENTING hadir sebagai wadah gotong royong untuk memastikan anak-anak berisiko stunting mendapatkan perhatian khusus, pendampingan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa gerakan ini juga membuka ruang partisipasi luas bagi berbagai pihak, termasuk BUMN, BUMD, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha, media, hingga individu atau perorangan.
Dalam forum tersebut, Cut Harnailis mengajak seluruh peserta Rakor untuk menyatukan langkah dan komitmen dalam menghasilkan data yang valid terkait anak-anak berisiko stunting, berbasis nama dan alamat (by name by address). Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan intervensi yang tepat sasaran.




