“Dengan data yang akurat, kita bisa segera melakukan intervensi, baik dari sisi nutrisi maupun non-nutrisi, yang disepakati bersama oleh semua sektor,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pembagian peran yang jelas di antara para pemangku kepentingan, agar setiap pihak mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam upaya percepatan penanganan stunting.
“Perlu ada kejelasan siapa melakukan apa, termasuk dalam pemberian bantuan gizi, perbaikan sanitasi, dan intervensi lainnya,” tegasnya.
Selain itu, monitoring dan evaluasi juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Ia berharap adanya pelaporan rutin dari setiap pihak yang terlibat, sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap tumbuh kembang anak.
“Kita tidak hanya berhenti pada rapat, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Anak-anak berisiko stunting tidak bisa menunggu terlalu lama untuk mendapatkan intervensi,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap anak yang berhasil diselamatkan dari stunting merupakan investasi besar bagi masa depan daerah.
“Satu anak selamat dari stunting berarti satu masa depan berhasil kita selamatkan,” tutupnya.
Sementara itu, Rakor GENTING juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Kepala Bidang KB/KS DP3AKB Aceh Selatan, Sahar Musnan. Dalam sesi tersebut, dibahas berbagai strategi untuk memperluas jangkauan program GENTING agar lebih efektif dan efisien dalam menekan angka stunting.




