Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya reformasi birokrasi menyeluruh di tubuh Pemerintah Aceh. Hal ini bertujuan untuk membersihkan pemerintahan dari oknum-oknum yang merusak. Menurutnya, Aceh perlu memulai pembaruan secara fundamental dalam tata kelola pemerintahan untuk mewujudkan good governance. Reformasi ini harus mencakup aspek kelembagaan, prosedur kerja, kualitas sumber daya manusia, regulasi, pengawasan, akuntabilitas, serta pelayanan publik.
Sebagai penutup, rakyat sangat berharap ada putaran uang yang banyak di Aceh, ada pekerjaan yang tersedia, sehingga mereka bisa menafkahi diri dan keluarga. Bagi petani sawah berharap irigasi yang bagus dan baik, bagi petani di ladang berharap bibit unggul, pupuk, dan lain- lain, begitu juga bagi petani tambak dan peternak, serta bidang lainnya, semua berharap uluran tangan pemerintah untuk menyelesaikan masaalah hidup, masalah perut rakyat, demikian tutup Tarmizi Age yang juga Ketua Influencer Aceh (BPA) Mualem-Dek Fad. (R)




