Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa penyerahan buku tabungan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. “Hari ini adalah tanda bahwa pemerintah hadir dan bekerja. Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat bertumbuhnya harapan, tempat lahirnya generasi masa depan kota ini,” ujarnya.
Data menunjukkan, Kota Lhokseumawe masih memiliki 8.430 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dari total 46.315 rumah tangga. Namun, Pemerintah Kota terus berkomitmen memperbaikinya secara bertahap.
“Setiap rumah yang terbangun, setiap senyum yang muncul dari keluarga kita, adalah bukti bahwa perubahan itu nyata dan kita tidak pernah berhenti memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemko Lhokseumawe telah mengusulkan 600 unit BSPS untuk tahun 2026 kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Usulan ini diharapkan dapat terealisasi untuk mempercepat pengurangan backlog perumahan dan mendukung target penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.
Wali Kota juga berpesan kepada masyarakat penerima bantuan agar memanfaatkan stimulan ini dengan penuh tanggung jawab dan semangat gotong royong. “BSPS bukan hanya bantuan fisik, melainkan simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah memberi stimulan, masyarakat berkontribusi dengan tenaga dan kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang harus kita hidupkan,” tegasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















