Selanjutnya,Tagore Abubakar mengatakan, mata- mata telah mengetahui keberadaan Amir Sarifiddin Parwira Negara di Daerah Jamur Barat dan Burni Bius, sehingga Radio Republik Indonesia diboyong ke daerah Rime Raya, (kawasan hutan), sehingga Radio Republik Indonesia dapat mengudara, sehingga diketahui dunia bahwa Indonesia masih ada, Indonesia masih ada, merdeka- merdeka, kemudian ditangkap dan diteruskan oleh Radio New Delhi (India) sehingga berbagai negara mengakui bahwa Indonesia masih ada, dan Merdeka, ungkap mantan anggota DPR- RI, dari politisi PDI- Perjuangan itu.
Nah, saat ini tugu Radio Rimba Raya, yang berada di lambang daerah Bener Meriah, milik Indonesia, yang harus di jaga bersama. “Mengapa ini saya ceritakan di event pacuan kuda tradisional Gayo, karena event berkuda ini panjang ceritanya, sejak kuda sebagai alat transportasi baik di zaman para nabi, termasuk perang di Indonesia (pasukan berkuda), juga sebagai wahana bagi rakyat Gayo dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus setiap tahunnya hingga saat ini, tutup Bupati Tagore. (AR)




