Tagore Abubakar: Sejarah Wilayah Tengah Aceh Pernah Jadi Ibu Kota Negara

Bupati Tagore AB bersama Ketua DPRK Bener Meriah M Saleh, pada saat di wawancarai awak media.

REDELONGĀ  | MA Wilayah Tengah Aceh, pernah menjadi ibu kota negara Republik Indonesia. Hal tersebut diungkapkannya pada acara pembukaan event pacuan kuda tradisional Gayo, dilapangan Sengeda Bener Meriah Provinsi Aceh, Senin (28/4/2025).

Dijelaskan Bupati Tagore, kaula muda dan masyarakat Gayo – Aceh, perlu tau akan sejarah bangsa ini. “Kebanggaan kita dibuatnya Tugu Radio Rimba Raya, yang saat ini menjadi wilayah Kabupaten Bener Meriah, bukan tidak berdasar, sebab saat itu Indonesia dalam keadaan darurat yang dipimpin oleh Amir Sarifiddin Parwira Negara, sebagai pemerintahan darurat,” terangnya.

BACA JUGA...  Atlet FAJI Bener Meriah Lolos ke PORA Tahun 2022

Pada saat itu, menjelang penguasaan agresi militer Belanda kedua bersama Sekutunya, mengepung Ibu kota jakarta, oleh karena itu, Pemerintah Indonesia yang saat itu dipimpin oleh Presiden Soekarno diselamatkan atau dibuang ke pulau Bangka Belitung, dan menyerahkan mandat Pemerintahan Darurat Amir Sarifiddin Parwira Negara.

Amir Sarifiddin Parwira Negara secara bergerilya menyelamatkan Pemerintah Indonesia dan berjuang serta mempertahankan NKRI, ke wilayah Aceh tepatnya dikampung Burni Bius dan Jamur Barat, di wilayah Aceh Tengah dengan membawa prangkat radio Republik Indonesia.

BACA JUGA...  Kapolres Bener Meriah Hadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PemiluĀ 

Kemudian dari kediaman inilah Amir Sarifiddin Parwira Negara, melakukan tugasnya sebagai Presiden Darurat Republik Indonesia.