Sabang (MA) – Teuku Agusti Ramadhan mahasiswa asal Kota Sabang, yang sedang menuntut ilmu di Wuhan negara Cina, bercerita bahwa dirinya dan teman-teman seiman lainnya, kini mereka jangankan berpergian untuk melaksankan kewajiban ibadah jumat sudah tidak bisa.
Menurut Teuku Agusti Ramadhan, dirinya dan teman-teman sesama mahasiswa di Wuhan terpaksa harus berdiam di asrama mereka. Karena, setelah dinyatakan pemerintah cina, bahwa wilayah Wuhan dalam kondisi berbahaya wabah penyekit Corona.
Maka, berdasar itu pula bagi umat muslim khususnya mahasiswa yang berada di Wuhan, harus melaksanakan shalat di kamarnya masing-masing. Pasalnya, akibat wabah penyakit Corona pemerintah Cina di Wahan menutup Masjid di kota itu., kata Teuku Agusti Ramadhan, dalam sosmed miliknya Jum’at (31/01/20).
Teuku Agusti Ramadhan menjelaskan, dirinya sampai hari ini belum bisa keluar dari kamarnya sehingga harus berdiam dan beribadah didalam kamar, dengan kondisi mengkhawatirkan karena tidak diketahui sampai kapan kondisi seperti itu berakhir.
“Memang kondisi mahasiswa yang berdiam dalam.saru astama ada 12 orang, dan Alhamdulillah kondisi dalam keadaan sehat akan tetapi harus berdiam di asrama milik Kampus Universitas Zhongnan. Kemudian, kantin disekitar kampus masih buka berjualan untuk mahasiswa sehingga kebutuhan bisa beli disana”, jelas Teuku Agusti Ramadhan.
Sementara Rumah Sakit terdekat yaitu Tongji, sudah mengeluarkan edaran agar tidak yang keluar rumah. Kemungkinan kondisi seperti itu akan berlangsung hingga beberapa minggu kedepan mendatang.(Jalal)




