Apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan patut diapresiasi.
Pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek spiritual masyarakat, menunjukkan arah yang bijak dan visioner.
Spirit religius dalam zikir dan doa adalah bahan bakar moral yang menggerakkan roda perubahan, menjauhkan masyarakat dari konflik, serta memperkuat modal sosial.
Sebagai akademisi sekaligus praktisi pendidikan Islam, saya melihat bahwa kegiatan ini bisa direplikasi dan dilestarikan sebagai budaya kolektif.
Perlu kiranya zikir dan doa bersama seperti ini dijadikan agenda rutin lintas sektoral. Bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi sebagai pengingat bahwa pembangunan sejati harus dimulai dari hati yang bersih dan niat yang tulus.
Aceh Selatan punya potensi besar, baik dari segi sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM).
Namun potensi itu tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan kesadaran spiritual dan kebersamaan sosial.
Zikir Akbar ini adalah simbol, bahwa kita masih punya harapan besar untuk melihat Aceh Selatan tumbuh sebagai daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga produktif dalam kebaikan dan mandiri dalam jati diri.




