Kemampuan menulis menjadikannya sebagai seorang biografer. Dia membantu menulis kisah tokoh-tokoh penting, seperti Juru Bicara Mabes Polri 2019, beberapa tokoh Financial Planner, Pemuda Millenial yang berbicara di PBB, dan pakar adiksi narkotika.
Dia membagikan pula pengalaman pribadinya, ketika ditahan oleh polisi Perancis di Bandara Charless de Gaulle Paris. Saat itu Perancis sedang tidak bersahabat dengan ornamen-ornamen agama tertentu. Aida memakai jilbab saat itu, mendorong sikap polisi itu tak bersahabat, bahkan sampai membongkar tasnya.
“Polisi Perancis berhenti memeriksa, setelah menemukan flyer saat saya mengisi materi Writing Healing Therapy di sebuah kampus ternama Al-Akhawyn University, Maroko, Afrika Utara. Thanks God, I’m a writer” kenang Aida.
Dia juga membagi inspirasi bagi pembaca, ketika menekuni profesi sebagai penulis professional.
Menjadi penulis, katanya, memiliki kebebasan dalam menulis berbagai tema, mampu menentukan nilai karyanya sendiri. Mampu memberikan banyak inspirasi bukan hanya dari sisi konten saja, namun menjadi inspirasi pekerjaan yang bisa menghasilkan.
“Saya sendiri penulis bersertifikasi BNSP, dengan kemampuan saya menulis, menyusun banyak pidato, presentasi, selama dua tahun saya dipercaya sebagai Tenaga Ahli di DPR RI Komisi IX- Dr. Arzeti Bilbina” ungkap Aida bersemangat.




