Ia menambahkan, koperasi ini berkomitmen untuk berbagi ilmu dan pengalaman seputar dunia perkoperasian dan pengolahan kopi Gayo — mulai dari penanaman, pemetikan, pengupasan, hingga tahap roasting, pengemasan, dan ekspor.
“Berbagi pengetahuan adalah kewajiban kami. Teori di sekolah sering kali berbeda dengan praktik di lapangan, karena itu kami senang dapat menjadi bagian dari proses belajar para siswa,” tambahnya.
Selain mengunjungi KBQ Baburrayan, rombongan siswa juga menikmati keindahan alam Kota Dingin Takengon dengan berwisata ke beberapa destinasi populer, seperti kegiatan arung jeram dan menikmati kopi Gayo roasting di tepi Danau Lut Tawar.(AR)




