oleh

Siapa Dipilih PDIP?

“Vote Institute untuk Pilkada Medan, bahwa Hj Fitriani, Memiliki track record yang baik secara internal, keduanya juga dikenal punya segudang prestasi mentereng di luar partai”

MEDAN (MA) – PDI Perjuangan menjadi partai paling disorot dalam pentas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan 2020. Posisi partai penguasa pemerintahan dengan 10 kursi di DPRD Medan, PDI Perjuangan merupakan partai yang paling ideal memenangkan Pilkada di Kota Medan. Demikian dalam rilis yang disampaikan ke redaksi mediaaceh.co.id. Selasa, 11 Februari 2020.

Namun, hari ini PDI Perjuangan harus berkutat terkait siapa sosok yang pantas mewakili ‘Moncong Putih’ di pentas Pilkada yang akan dihelat September 2020 mendatang. Ada tiga nama yang menyita perhatian publik di kubu PDI Perjuangan, diantaranya menantu Presiden RI Joko Widodo, Bobby Nasution, Kader senior yang juga Pengurus PDI Perjuangan Sumut sekaligus Plt Wali Kota Medan, Ir. Ahyar Nasution M.Si dan srikandi PDI Perjuangan Hj. Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd.

Dua nama merupakan kader tulen PDI Perjuangan, Akhyar Nasution dan Fitriani Manurung. Sesuai daftar Balon yang mendaftar secara resmi, jika PDI Perjuangan tidak mengusung keduanya atau salah satunya, maka kerugian besar bagi PDIP.

Kedua kader PDI Perjuangan ini memiliki keunggulan masing-masing. Secara internal, keduanya merupakan kader tulen, loyalis dan keduanya tercatat sebagai pengurus yang sangat aktif. Akhyar dikenal sebagai kader paling loyal di Partai. Sementara itu Fitriani Manurung juga tak kalah beda.

Posisinya sebagai Wakil Ketua DPC Kota Medan telah membawa warna baru di PDI Perjuangan. Hj.Fitriani Manurung kini menjadi kader yang paling disorot karena mengaktifkan Majelis Taklim DPC PDIP di Kota Medan. Kiprahnya membuka publik bahwa PDI Perjuangan yang selama ini kerap diidentikan dengan anti agama.

Disadur dari Catatan Vote Institute untuk Pilkada Medan, bahwa Hj Fitriani, Memiliki track record yang baik secara internal, keduanya juga dikenal punya segudang prestasi mentereng di luar partai. Akhyar tercatat sebagai mantan Anggota DPRD Medan yang tertunya berpengalaman dalam politik anggaran. Apalagi sekarang merupakan Plt Walikota Medan yang secara stategi politik merupakan posisi paling menguntungkan.

Sementara itu, Fitriani Manurung, jika melihat prestasi di luar partai juga tak kalah menterengnya. Srikandi PDIP ini dikenal sebagai akademisi/dosen, penggiat pendidikan dasar di Kota Medan, sekaligus kandidat Doktor di Universitas Negeri Medan. Yang menyita perhatian saat ini, Fitriani Manurung merupakan salah satu Balon Wakil Walikota perempuan yang memiliki elektabilitas paling oke.

Akhyar dan Fitri bisa menjadi jembatan paling ideal PDI Perjuangan di Kota Medan dalam memenangkan persaingan.

Lalu, apakah PDIP akan memilih Bobby Nasution yang bukan kader dan tidak memiliki catatan internal dan eksternal di Kota Medan. Jika jawabannya, PDI Perjuangan memilih Bobby dan mengabaikan kedua kadernya di atas, maka apa artinya pengkaderan yang dilakukan. (PU/Red/Rls)

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..