Kedua kader PDI Perjuangan ini memiliki keunggulan masing-masing. Secara internal, keduanya merupakan kader tulen, loyalis dan keduanya tercatat sebagai pengurus yang sangat aktif. Akhyar dikenal sebagai kader paling loyal di Partai. Sementara itu Fitriani Manurung juga tak kalah beda.
Posisinya sebagai Wakil Ketua DPC Kota Medan telah membawa warna baru di PDI Perjuangan. Hj.Fitriani Manurung kini menjadi kader yang paling disorot karena mengaktifkan Majelis Taklim DPC PDIP di Kota Medan. Kiprahnya membuka publik bahwa PDI Perjuangan yang selama ini kerap diidentikan dengan anti agama.
Disadur dari Catatan Vote Institute untuk Pilkada Medan, bahwa Hj Fitriani, Memiliki track record yang baik secara internal, keduanya juga dikenal punya segudang prestasi mentereng di luar partai. Akhyar tercatat sebagai mantan Anggota DPRD Medan yang tertunya berpengalaman dalam politik anggaran. Apalagi sekarang merupakan Plt Walikota Medan yang secara stategi politik merupakan posisi paling menguntungkan.
Sementara itu, Fitriani Manurung, jika melihat prestasi di luar partai juga tak kalah menterengnya. Srikandi PDIP ini dikenal sebagai akademisi/dosen, penggiat pendidikan dasar di Kota Medan, sekaligus kandidat Doktor di Universitas Negeri Medan. Yang menyita perhatian saat ini, Fitriani Manurung merupakan salah satu Balon Wakil Walikota perempuan yang memiliki elektabilitas paling oke.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















