Seumapa Bumi Muda Sedia Unik Nan Memukau di PKA-8

Selasa, 7 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Aceh Tamiang raih juara Seumapa di PKA ke-8

Kabupaten Aceh Tamiang raih juara Seumapa di PKA ke-8

Bubur Pedas raih juara

Untuk itu, tutur Malik Mahmud, jika dibandingkan dengan apa yang telah diabdikan oleh masing-masing calon penerima, anugerah ini tentunya tak dapat dibanding-bandingkan. “Namun inilah salah satu bentuk nyata upaya kami dalam menghargai dan mengapresiasi setinggi-tingginya jasa besar para penjaga warisan indatu di bumi Serambi Mekkah ini,” ungkapnya.

Lembaga Wali Nanggroe Aceh memberikan penghargaan kepada 13 orang yang berjasa serta berkontribusi dalam seni, adat dan budaya. Dalam pada itu, ada tiga jenis penghargaan yang diberikan, yakni Penghargaan Meukuta Alam, Tajul Alam, dan Penghargaan Syah Alam.

Para penerima diseleksi melalui penjaringan yang ketat oleh tim juri yang diketuai seorang akademisi, Prof. Dr. Syahrizal Abbas. Sementara anggota tim juri terdiri dari Dr. Yusri Yusuf, M.Pd, Drs. Nurdin AR, M.Hum, Drs. Nabhany, Dr. Rafiq, dam Muhammad Taufiq Abda.

Dalam penganugerahan semalam, ada 4 tokoh/penggiat budaya yang menerima Penghargaan Meukuta Alam, 2 tokoh/penggiat budaya penerima anugerah Tajul Alam, dan 7 tokoh/penggiat budaya lainnya menerima anugerah budaya Syah Alam.

Tampil Memukau, Aceh Tamiang Terbaik Seumapa

Tak hanya penghargaan anugerah seni budaya yang diperoleh Anjungan Aceh Tamiang, tetapi cabang Seumapa juga jadikan Aceh Tamiang yang terbaik.

Apalagi, diajang Seumapa, Aceh Tamiang tampil sangat memukau di cabang berbalas pantun, Kontingen Aceh Tamiang menjadi yang terbaik. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Kontingen, Drs. Asra, melalui Koordinator Lomba Seni dan Budaya, Elisa, S.Pd, M.Pd, Rabu, 8 Novembet 2023 lalu, dari Taman Budaya Aceh, Banda Aceh.

“Alhamdulillah, cabang Seumapa/Berbalas Pantun kita meraih dua nomor. Juara 1 kategori Kabupaten/Kota, dan Juara 3 kategori umum,” lapor Elisa singkat via selular.

Sementara itu, Pj. Bupati, Dr. Drs. Meurah Budiman secara spontan mengucapkan syukur atas torehan gemilang itu. Dikatakan Meurah, kemenangan tim Seumapa/berbalas pantun Aceh Tamiang menunjukkan bahwa berbalas pantun ciri khas kepiawaian masyarakat setempat.

BACA JUGA...  Landok Sampot : Dari Pedalaman ke PKA ke-8

“Alhamdulillah, kemenangan tim seumapa/berbalas pantun Aceh Tamiang di PKA-8 menunjukkan bahwa berbalas pantun ciri khas kepiawaian masyarakat setempat dalam berseni tutur,” sebutnya.

Dikatakan Pj. Bupati Meurah, dalam banyak kesempatan dirinya kerap berpantun kala menyampaikan pengantar atau berpidato. “Sebagai salah satu seni budaya, saya kira menjadi tugas kita bersama melestarikan pantun. Kita mesti berbangga melantunkan pantun baik dalam acara resmi atau informal sekalipun,” imbuh Meurah menguatkan.

Dilansir dari jadwal pelaksanaan, sore ini kontingen Aceh Tamiang, mulai pukul 16.00 WIB akan kembali tampil di panggung utama Taman Sulthanah Safiatuddin dalam Lomba Musik Garapan. Sementara malam nanti, mulai pukul 20.00 WIB, kontingen akan mengikuti eksebisi tari melayu Zapin di panggung venue Taman Budaya Aceh.

Seumapa atau seni tutur atau pantun merupakan bentuk puisi dalam kesusastraan Melayu yang paling luas dikenal. Pada masa lalu pantun digunakan untuk melengkapi pembicaraan sehari-hari. Sekarang pun, sebagian besar masyarakat Melayu masih menggunakannya.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, pantun hingga kini dipakai oleh para pemuka adat dan tokoh masyarakat dalam pelbagai kesempatan, pidato seremonial, lamaran, pernikahan, dan acara serta kegiatan lainnya. Lazimnya, pantun berisi satu atau sejumlah makna yang bisa diterjemahkan secara tersirat maupun tersurat.

Secara sederhana, struktur pantun terdiri dari bait, baris, kata, rima, sampiran dan isi. Sementara unsur pantun terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik dalam pantun ialah terdapatnya tokoh, tema, amanat, setelan tempat dan waktu, plot atau alur dan lain sebagainya. Ciri khas pantun dalam unsur intrinsik adalah rima, rima dalam pantun memiliki akhiran yang serupa.

Sementara unsur ekstrinsik adalah unsur yang berasal dari luar struktur pantun. Maksudnya, sebuah keadaan yang menjadi penyebab munculnya pantun. Unsur ini menjadi bagian yang sangat penting, sebab menentukan isi pantun dan penguat unsur intrinsik.

BACA JUGA...  Bicara Masakan Lezat, Aceh Timur Terdepan

Unsur ekstrinsik dalam suatu pantun bisa berupa adat, norma, dan nilai yang berlaku di masyarakat. Unsur ekstrinsik bisa digunakan untuk mengarahkan gaya bahasa dan makna, yang bisa didapat di dalam isi pantun yang dibuat tersebut.

Bubur Pedas Aceh Tamiang Unjuk Kualitas

Kontingen Aceh Tamiang kembali mencatatkan raihan prestasi di ajang Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8. Adalah cabang lomba Mengarang & Membaca Hikayat yang menjadi Juara 3 saat diumumkan Jumat, 10 November 2023 lalu, di Taman Budaya Aceh, Banda Aceh.

Kabar menggembirakan itu disampaikan oleh Ketua Umum Kontingen, Drs. Asra, melalui Koordinator Lomba Seni dan Budaya, Elisa, S.Pd, M.Pd. Berkabar via pesan instan, ia menyampaikan berita tersebut secara singkat.

“Alhamdulillah, kita dapat juara lagi. Cabang lomba Mengarang & Membaca Hikayat mendapat juara ketiga dari 23 Kabupaten/Kota yang bertanding,” lapornya ringkas.

Pj. Bupati, Dr. Drs. Meurah Budiman, SH, MH, ikut senang mendapatkan kabar tersebut. “Alhamdulillah, bangga kita Aceh Tamiang mencatatkan prestasi lagi,” ujarnya tulus.

Disebutkan, pada lomba Mengarang dan Membaca Hikayat, peserta asal negeri Bumi Muda Sedia mengangkat ceritera “Si Bubur Pedas”. Dalam proses pembuatannya, “Si Bubur Pedas” menggunakan 44 macam bahan rempah, sesuai dengan tema kPKA-8, “Rempahkan Bumi, Pulihkan Dunia,” pungkasnya.

Aceh adalah Bangsa dan Suku yang Besar, Disegani dan Heroik

Penjabat (PJ) Bupati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Dr. Drs. Meurah Budiman, SH. MH. Sangat menikmati pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 8 di taman Ratu Safiatuddin, Lampriek. Banda Aceh.

Suguhan Anjungan yang mencerminkan adat dan budaya 32 Kabupaten Kota masing-masing daerah di provinsi Aceh, tumpah ruah menjadi satu kesatuan suku-suku di Aceh.

“Ini adalah peradaban kaum di Aceh yang multi etnik, beragam kebudayaan terlihat malam ini. Inilah kaum Aceh. Kalau saya boleh katakan, saatnya orang di luar Aceh. Jika ingin melihat keberagaman suku dan budaya di sini,” jelas Meurah sambil menyeruput kupi di Anjungan Aceh Tamiang. Tadi malam [Sabtu, 4 November 2023 lalu] di Banda Aceh.

BACA JUGA...  Pengunjung PKA Ke-8 Padati Anjungan Aceh Selatan 

Apalagi itu, jelas Meurah. Dari berbagai tarian yang disuguhkan menggambarkan betapa masyarakat Aceh itu energik dan sangat heroik. “Apalagi pada zamannya kesultanan Iskandar Muda dan Keumalahayati, Aceh dikenal pemberani dan patriotik. Malam ini adegan itu disuguhkan lewat tarian yang sangat memukau,” jelasnya.

Keta Meurah, melalui ajang PKA. Selayaknya dunia luar memandang Aceh tidak kecil, sebaliknya Aceh adalah peradaban yang maju. Karena multi etnik, betapa tidak; dengan 13 suku yang mendiami seluruh wilayah Aceh dan memiliki 11 bahasa induk daerah menjadikan Aceh kaum yang besar dan disegani.

Bahkan, jabar Meurah, dari satu bahasa induk [bahasa utama] di daerah Aceh. Terpecah lagi dari menjadi bahasa pulau dan wilayah setempat dengan logat dan lapat yang berbeda.

Meurah terlihat sumringah, mengisahkan secuil keberadaan suku, adat dan bahasa Aceh pada malam itu. Sebagai orang Nagan Raya yang dikenal heroik dan tegas. Tergambar ketika Meurah bercerita. Apalagi dirinya bagian dari titisan darah biru. Yang ikut memperjuangkan wilayah Aceh.

Keakraban Meurah dengan tim di Anjungan Aceh Tamiang begitu kental, sesekali Dia berkelakar. Yang membuat tim tersenyum dan ter bahak karena celotehnya.

Meurah begitu bersemangat malam itu. Beban tugas yang menggelayut seakan lepas dari pikirannya. Karena pengaruh kekuatan ruh PKA ke 8 yang menghipnotis dirinya.

“Asabat saya, Insha Allah. Aceh Tamiang bisa memberikan hadiah teristimewa bagi seluruh warga di sini. Mudah-mudahan dengan ijin Allah SWT. Kita doakan bersama. Sebab anjungan Aceh Tamiang ini sangat unik dan fenomenal,” pungkas Meurah. [***].

Berita Terkait

Daftar Kesenian Aceh
Ta Marit Bahasa Atjéh
Rapa’i, Serune Kalee dan Suara yang Menjaga Ingatan Budaya Aceh
Bangga Jeuet Keu Ureueng Aceh
Bank Aceh Hadirkan Promo Netflix dan Disney+ Hotstar, Nikmati Bonus Pulsa untuk Setiap Pembelian Paket
Banda Aceh Dinobatkan sebagai Kota Peduli Sastra
Penguatan Kepemimpinan Baru, Bank Aceh Syariah Siap Percepat Transformasi dan Dukung Ekonomi Aceh
DASHAT Jadi Andalan Tekan Angka Stunting
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 03:06 WIB

Daftar Kesenian Aceh

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Ta Marit Bahasa Atjéh

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Rapa’i, Serune Kalee dan Suara yang Menjaga Ingatan Budaya Aceh

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:58 WIB

Bangga Jeuet Keu Ureueng Aceh

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:34 WIB

Bank Aceh Hadirkan Promo Netflix dan Disney+ Hotstar, Nikmati Bonus Pulsa untuk Setiap Pembelian Paket

Berita Terbaru

Anggota DPRK Asel Kamalul mendaftarkan diri sebagai calon ketua DPD Partai Golkar periode 2026-2031 dan diterima Panitia Musda di Sekretariat Partai Golkar Jalan T. Cut Ali Tapaktuan,  Jumat, (16/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

POLITIK

Musda Golkar Asel, Kamalul Resmi Mendaftar

Jumat, 16 Okt 2026 - 22:10 WIB

RAGAM BERITA

Bang Ijeck Dipercaya Jadi Sekjen MPN, Anto Genk: Selamat

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:43 WIB