Sestama BNPT: Budaya Lokal Mampu Cegah Paham Radikal

Rabu, 12 April 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh l AP-Sekretaris Utama (Sestama) BNPT , Mayjen TNI Gautama Wiranegara menyebutkan, kearifan budaya lokal akan mampu mencegah paham radikalisme di Indonesia.

Hal tersebut disampakan pada kegiatan Dialog Pelibatan Komunitas Seni Budaya dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, dengan tema “Sastra Cinta Damai, Cegah Paham Radikal” di Banda Aceh, Rabu, 12 April 2017.

“Suatu kebahagian luar biasa bagi kami, untuk dapat senantiasa menjalin tali silaturahmi, berkumpul dengan para tokoh masyarakat, khususnya sastrawan, seniman, dan budayawan pada kegiatan ini, dalam rangka meningkatkan kewaspadaan kita, terhadap berbagai potensi ancaman terorisme, yang mengganggu keamanan dan perdamaian bangsa, khususnya Aceh kita tercinta,” ujar mantan Kepala BIN Daerah Aceh.

Menurut jenderal bintang dua ini, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan dalam menanggulangi terorisme. Pertama katanya, sinergi seluruh komponen bangsa. Negara, melalui aparatur pemerintahan tidak bisa sendirian dalam mencegah terorisme.

BACA JUGA...  Lalu Lintas Aceh – Sumut Lumpuh Dua Puluh Lima Jam, Macet Sepanjang 40 Kilometer

“Butuh keterlibatan semua pihak dalam melakukan upaya mulia tersebut. Pada konteks inilah, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di daerah, merupakan bentuk kongkret sinergi dan kerjasama, sekaligus silaturahmi yang kuat antara pemerintah melalui jajarannya, dengan elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat seni budaya, tokoh media massa, tokoh pemuda dan perempuan, serta tokoh pendidikan, di Aceh dan seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kedua lanjut dia, penguatan nilai-nilai budaya lokal dapat mencegah paham radikal, kebudayaan dan kearifan lokal yang merupakan penguat solidaritas dan kohesifitas masyarakat.

“Masyarakat Indonesia yang majemuk, pada umumnya merupakan mayoritas umat beragama dengan pandangan yang moderat, menjunjung tinggi toieransi, kerukunan, dan perdamaian. Kekuatan nilai Iokal ini banyak bertumpu pada peran tokoh adat seni budaya, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Karena itulah, sudah sepantasnya para tokoh tersebut memainkan peran signifikan sebagai garda depan dalam menyelesaikan persoalan lokal, termasuk persoalan radikalisme dan terorisme. Kita percaya, nilai – nilai budaya dan kearifan Iokal di Indonesia, tidak ada yang kompatibel dengan terorisme, bahkan terorisme itu,” katanya.

BACA JUGA...  Polda Aceh Didesak Ungkap Kasus Proyek Jalan Harum Sari Sampai Tuntas

Sambungnya,  aksi terorisme sebenarnya berbanding terbalik dengan semua norma – norma kemanusiaan universal dan aksi dan ancaman kekerasannya, kerap menghantui kedamaian masyarakat dan kedaulatan bangsa ini.

“Tidak mungkin diatasi oleh strategi tunggal, karena kelompok teror selalu bergerak dinamis mengadaptasi perubahan Iingkungan strategis, baik Iokal, nasional, maupun global. Mereka juga menghalalkan segala cara dan aneka tipu daya, melalui berbagai media, baik di dunia nyata maupun dunia maya, untuk mempengaruhi warga masyarakat kita, utamanya generasi muda,” jelasnya.

BACA JUGA...  Kemenkum dan HAM RI tak Kuasai Peta Tapal Batas Aceh 1956

Kemudian urainya,  berbagai kebijakan yang diambil oleh negara sebagai pengalaman menanggulangi terorisme, telah menyadarkan semua pihak, bahwa terorisme bukan persoalan pelaku, jaringan, sasaran, dan aksi brutalnya saja.

“Terorisme adalah persoalan ideologi, keyakinan, dan pemahaman yang keliru tentang cita-cita yang tidak sesuai dengan pandangan hidup bangsa, yakni Pancasila. Karena itulah, peluru tajam, penangkapan, dan penegakan hukum semata, dirasa belum cukup untuk memutus aktifitas terorisme di Indonesia,” pungkasnya. (ARIFIN)

Foto: Sekretaris Utama (Sestama) BNPT, Mayjen TNI Gautama Wiranegara sedang memberi kata sambutan. Foto: Arifin/APC

Berita Terkait

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat
Empat Pengurus Forum Pimred Provinsi Resmi Dilantik di Malam Anugerah Pena Emas 2026
Pimred Award 2026 Digelar Sabtu Malam, Sejumlah Tokoh Aceh Jadi Penerima
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:19 WIB

Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:05 WIB

Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat

Berita Terbaru

Pelantikan Muhammad Adam, M. Ed sebagai Ketua IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2026–2030, oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada Rabu, (16/9).

PENDIDIKAN

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:35 WIB

PEMERINTAHAN

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:10 WIB