Seratus Hari Pemerintahan MANIS, Sarat  Simbolik, Minim Reformasi Tata Kelola

Kordinator LSM FormakI Aceh Ali Zamzami.(poto/mediaaceh.co.id/dokumentasi).

TAPAKTUAN | MA Seratus hari pemerintahan Aceh Selatan di bawah pemerintahan Bupati  H. Mirwan MS dan Wabup  H. Baital Mukadis (MANIS), belum ada pembenahan secara serius dalam aspek strategis seperti tata kelola birokrasi seta penyelesaian konflik publik.

Atas hasil kerja seratus hari itu, sejak mereka dilantik pada 17 Februari 2025 yang lalu, Forum Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (FORMAKI) merilis hasil pemantauannya yang kritis sebagaimana diterima mediaaceh.co.id, Selasa, (27/5/2025).

BACA JUGA...  Pelayanan Buruk, Pemko Sabang Diminta Evaluasi Manajemen RSUD

Meskipun beberapa program telah diluncurkan secara seremonial, FORMAKI menilai bahwa tidak ada pembenahan serius dalam aspek strategis seperti tata kelola birokrasi, transparansi anggaran, serta penyelesaian konflik publik.

Berikut, hal-hal yang dicatat FORMAKI, masih berkutat pada acara seremonial.

Program seremonial yang telah diluncurkan, seperti, pemeriksaan kesehatan gratis di  Puskesmas Labuhan Haji, Gerakan Gampong Maghrib Mengaji di  Masjid Al-Ihsan Samadua,
BASAGA (bajak sawah gratis) di  Kecamatan Labuhan Haji Timur dan
pasar murah Ramadhan di laksanakan di ena  titik wilayah, dan, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di  Gampong Suaq Hulu Samadua.

BACA JUGA...  PKK Aceh Timur Gelar Lomba Memasak Ikan

Selain itu, bantuan perahu motor nelayan di  Gampong Lhok Pawoh, kecamatan Sawang dan  peluncuran rumah singgah Griya Tuan Tapa di  Kota Banda Aceh.