Sempat Disembunyikan, Akhirnya Pemerintah Aceh Akui Kehadiran Tokoh Yahudi di Aceh

Tokoh Yahudi Amerika Serikat, Rabbi David N. Saperstein bersama tim tiba di Bandara Internasional SIM, Blang Bintang, Senin 24 Oktober 2016 Pukul 21.00 WIB. Foto:BNC
Tokoh Yahudi Amerika Serikat, Rabbi David N. Saperstein bersama tim tiba di Bandara Internasional SIM, Blang Bintang, Senin 24 Oktober 2016 Pukul 21.00 WIB. Foto:BNC

BANDA ACEH | AP– Pihak Sekretariat Daerah Pemerintah Aceh membenarkan tokoh Yahudi Amerika Serikat, Rabbi David N. Saperstein yang menjabat Dubes AS untuk Kebebasan Beragama Internasional akan berkunjung ke Aceh, melalui Bandara Internasioan Sultan Iskandar Muda, Senin 24 Oktober 2016 sekitar Pukul 21.00 WIB.

“Benar, sebelumnya saya juga tak tahu, informasi yang diperoleh Bongkarnews betul,” ujar Karo Humas Setda Aceh melalui Kabag Media Massa Marwan Jalil, Senin 24 Oktober 2016 malam.

Kedatangan Dubes Saperstein ke Aceh, sebut Marwan, dijadwalkan, Selasa, 25 Oktober 2016 akan bertemu Gubernur Zaini Abdullah di Pendopo Gubernur Aceh.

BACA JUGA...  500 Pemuda Pasee Berdoa Dukung Tangkap Penista Agama

“Ya besok akan diterima Pak Gubernur,” ujarnya singkat.

Dari informasi yang diperoleh Bongkarnews.com, malam ini, tokoh Yahudi Amerika Serikat, Rabbi David N. Saperstein bersama rombongan menginap di Hotel Hermes Banda Aceh. Dalam rombongan itu turut serta pejabat lainnya seperti, Clint M Shoemake dan Victoria L Thoman.

Ada beberapa agenda pembahasan dari rencana kunjungan Rabbi David Saperstein ke Indonesia terutama soal kebebasan beragama yang sedang mereka dengung-dengungkan. Kendati demikian, kunjungannya ke Indonesia berpotensi menimbulkan resistensi dari kelompok anti Yahudi di Indonesia, khususnya dari ormas Islam yang sering mengecam AS dan Israel.

BACA JUGA...  Digelar Selama 20 Hari, Bazar Kuliner Festival Ramadhan 2019 Raup Rp 1,3 Miliar

Rabbi David N. Saperstein yang lahir di New York pada 5 Agustus 1947 adalah seorang rabbi, pemuka komunitas Yahudi, Pengacara, dan Dipolamat AS dengan pangkat Duta Besar. Ia pernah berkuliah di Cornell University, Hebrew Union College dan American University, serta aktif sebagai Profesor di Pusat Kajian Hukum Universitas Georgetown.

Ia dikenal sebagai rabbi Yahudi paling berpengaruh di Amerika Serikat. Berdasarkan penunjukan Presiden Obama dan persetujuan Senat AS pada Desember 2014, Ia menjadi orang non-kristen pertama yang menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Kebebasan Beragama Internasional. [BNC]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *