Konon lagi, jabatan bupati dipegang Plt, menambah keruwetan roda pembangunan di daerah ini.
Penonaktifan sementara Bupati H..Mirwan MS diikuti penunjukan Wakil Bupati sebagai Plt Bupati mungkin tampak sebagai prosedur administratif biasa, tetapi di sisi yang lain memperburuk citra pemerintahan di pengunjung tahun. Akan muncul, ketidak beresan dalam tata kelola keuangan dsn sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, salah satu indikasi Plt, bahwa Aceh Selatan sedang mengalami krisis yang tak sekadar bersumber dari bencana alam.
Di balik banjir dan longsor yang merendam wilayah Trumon Raya dan sekitarnya, terdapat bencana lain yang jauh lebih senyap yakni runtuhnya kepastian dalam struktur pemerintahan akibat menjamurnya pejabat berstatus Pelaksana tugas (Plt).
Dikatakan, fenomena ini, yang jarang terjadi di daerah manapun di Indonesia dengan skala sebesar ini, justru menggambarkan wajah negara atau pemerintah yang hadir, tetapi dalam bentuk yang gamang, rapuh, dan tak sepenuhnya legitimate.
“Penonaktifan sementara Bupati Mirwan MS diikuti penunjukan Wakil Bupati sebagai Plt Bupati mungkin tampak sebagai prosedur administratif biasa, namun berimplikasi pada banyak hal,” kata Feri.
Dia melihat, fenomena Plt yang terjadi di Aceh Selatan melampaui sadar pergantian sementara.




