Sejarah Aceh: Dari Masa Prasejarah hingga Identitas Budaya yang Kuat di Era Modern

Rabu, 8 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah Aceh/(pixabay).

Sejarah Aceh/(pixabay).

Kesultanan Aceh: Pendirian dan Kejayaan

Kesultanan Aceh didirikan pada tahun 1511 oleh Sultan Ali Mughayat Syah, yang memimpin wilayah ini dengan visi membangun kerajaan yang kuat dan merdeka. Aceh kemudian mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607–1636). Sultan Iskandar Muda berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Semenanjung Malaya dan pesisir barat Sumatera. Di bawah pemerintahannya, Aceh menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan pusat pembelajaran Islam yang penting.

BACA JUGA...  Sungai Tamiang: Nadi Kehidupan yang Kini Menjadi Destinasi Wisata Alam Unggulan Aceh Tamiang

Perjuangan Melawan Kolonialisme Belanda

Pada akhir abad ke-19, Belanda mulai mengincar Aceh karena letaknya yang strategis dan kekayaan alamnya. Perang Aceh (1873–1904) merupakan perang besar antara Aceh dan Belanda. Meskipun Belanda akhirnya berhasil menguasai Aceh pada tahun 1904, Aceh terus mempertahankan semangat perjuangan melawan kolonialisme. Perjuangan ini menjadi bagian dari perjuangan kemerdekaan Indonesia pada abad ke-20.

BACA JUGA...  Amankan Sail Sabang 2017, Ribuan Pasukan Keamanan Dikerahkan

Pasca-Kemerdekaan: Konflik dan Perdamaian

Setelah kemerdekaan Indonesia, Aceh mengalami berbagai dinamika politik dan sosial. Pada tahun 1953, Teungku Daud Beureueh memproklamasikan Darul Islam di Aceh sebagai upaya untuk menerapkan syariat Islam secara menyeluruh. Konflik ini akhirnya berakhir pada tahun 1962 dengan penandatanganan Perjanjian Damai antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang memberikan Aceh otonomi khusus.

BACA JUGA...  Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

HUKOM

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:13 WIB

NEWS FEATURE

ORARI Aceh Tamiang Perluas Pos Pantau Bencana

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:16 WIB