Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Aceh, Bustami Hamzah, CEO RSPO, Joseph D’Cruz, dan Country Director Yayasan IDH Indonesia, Nassat Idris sepakat, bahwa visi pembangunan kelapa sawit berkelanjutan adalah jaminan mutu sekaligus sokoguru ekonomi hijau di Indonesia dan global.
Setelah peluncuran Peta Jalan Pembangunan Sawit Berkelanjutan Aceh 2023-2045, turut dilakukan penyerahan sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan sertifikat Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) kepada 1.800 petani sawit swadaya Aceh Tamiang.
Secara simbolis, sertifikasi petani sawit swadaya Bumi Muda Sedia tersebut diterima oleh para perwakilan Perkumpulan Petani Kelapa Sawit Tenggulun Lestari (Pesatri), Koperasi Tamiang Sawita Lestari (KTSL), Koperasi Sawit Muda Sedia (Samuda), Koperasi Palm Lestari Tamiang (PLT), serta Koperasi Bumi Sawita Tamiang (BST).
Ada kejadian bersejarah dalam kegiatan yang berlangsung sederhana sore tadi, yakni para petani swadaya menerima dua tanda sertifikasi sekaligus, yakni ISPO dan RSPO, serta penyerahan sertifikat ISPO yang diberikan oleh CEO RSPO, Joseph D’Cruz.
Tampak hadir mendampingi Pj. Bupati Meurah, Plt. Kadistanbunnak, Yunus beserta Kabid Perkebunan, Edwar Fadli Yukti, para lembaga mitra seperti, LTKL, PUPL, perwakilan negara sahabat, serta para perwakilan perusahaan semisal Musim Mas, Unilever, Pepsi Co, dan para tamu undangan lainnya.[Syawaluddin/Zuwan]




