“Kami yakin hal ini akan meningkatkan income per kapita petani sawit kita. Sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara layak dan berkecukupan, baik sandang, pangan dan kebutuhan pendidikan anak,” urainya antusias.
Dijelaskannya, sebagai daerah kelahiran industri kelapa sawit dunia, Pemkab memiliki sejumlah program unggulan yang sudah diimplementasikan saat merintis peta jalan tersebut.
“Di antaranya, membangun kerja sama multi pihak guna menjamin harga jual buah kelapa sawit rakyat, meningkatkan value added lewat program sertifikasi petani dan lahan sumber ter verifikasi, serta mengupayakan perbaikan infrastruktur pendukung ekonomi kelapa sawit,” terangnya.
Sementara itu, Deputi II Bidang Pangan & Agribisnis Menko Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengatakan, pemerintah pusat sangat mendukung peta jalan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan Aceh yang diluncurkan.
“Kami sangat mendukung pembangunan ekonomi kelapa sawit dengan konsep berkelanjutan, menjaga hutan dari deforestasi dan memberdayakan petani swadaya untuk melestarikannya,” ucapnya.
Disebutkan Musdhalifah, secara nasional pemerintah menargetkan 1 juta petani sawit swadaya yang bersertifikasi. Ia mengatakan, keberlangsungan hutan sangat bergantung pada petani swadaya. “Meningkatkan ekonomi petani swadaya, berarti membantu menjaga hutan kita,” pungkasnya.




