TAKENGON | MA — Peran media lokal diakui atau tidak diakui mereka (Wartawan) semua telah berbuat pasca bencana alam 26 November 2025 lalu.
Selain terimbas oleh bencana juga menjadi garda terdepan menyuarakan kerusakan alam. Dan tangisan masyarakat.
Namun ditengah perjalanan, Wakil bupati (Wabup) Aceh Tengah Muchsin Hasan dinilai telah merendahkan peran media lokal. Dimana saat itu, media lokal lah yang gencar mengabarkan situasi terkini yang dialami masyarakat dan pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
Pernyataan Muchsin disampaikan kepada bawahannya saat situasi darurat bencana, Senin malam, 1 Desember 2025, di Posko Utama Penanganan Bencana, Kompleks Setdakab Aceh Tengah.
Dalam arahannya, Muchsin disebut meminta agar wartawan lokal tidak perlu dilayani dan hanya memfokuskan pelayanan kepada wartawan nasional.
Pernyataan itu disampaikan menggunakan istilah berbahasa Gayo.
“Media pemberitaannya hanya sampai ke Toweren, tidak perlu dilayani. Fokus saja kepada wartawan nasional,” demikian kutipan pernyataan Muchsin yang terdengar oleh sejumlah wartawan di lokasi.
Meski ditujukan kepada internal pemerintahan, pernyataan tersebut didengar langsung jurnalis yang sedang meliput penanganan bencana, salah satunya Yusra Efendi. Ia menilai ucapan tersebut sangat melukai martabat wartawan lokal.



